SMARTIPS.ID–Sudahkah Anda mengetahui 5 kebiasaan yang diam-diam bisa membuat Anda jatuh miskin?
Bila Anda belum menemukan jawabannya, simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini apa saja kebiasaan-kebiasaan yang dimaksud.
Pada zaman ini, kebanyakan orang sulit menghabiskan uang atau menggunakan uang dengan bijak. Ada begitu banyak godaan yang dapat mendorong Anda mengeluarkan uang tanpa berpikir jernih.
Walaupun nominal uang yang Anda habiskan tidak banyak, tetapi sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami saldo rekening bank anda berada di angka nol atau kosong.
Anda tentu bertanya-tanya mengapa bisa demikian? jawabannya mudah, alasanya karena kebiasaan belanja yang tidak kentara.
Berikut ini akan diulas 5 kebiasaan gaya hidup yang diam-diam dapat membuat Anda jatuh miskin apabila sering diulangi tanpa berpikir, serta dapat berdampak negatif terhadap keuangan kita dalam jangka panjang.
Baca Juga: Ramalan Shio 26 Agustus 2025: Kelinci, Naga, Ular, dan Kerbau
Berikut ini 5 kebiasaan gaya hidup yang diam-diam dapat membuat Anda jatuh miskin.
1. Sering menggunakan aplikasi layanan Pesan-Antar
Saat ini kita dimudahkan dengan hadirnya berbagai macam aplikasi layanan pesan-antar mulai dari Gofood, Grabfood, Shopeefood dan lainnya.
Kebiasaan membuka aplikasi pesan-antar makanan terlebih dahulu saat lapar mungkin bisa membuat Anda merasa cepat puas, karena banyak pilihan dan serba instan. Namun, tanpa Anda sadari kebiasaan tersebut membuat dompet Anda menipis.
Mengapa? bila Anda memperhitungkan biaya pengiriman, pengemasan, dan jumlah pesanan minimum,Anda akan menemukan total biaya bisa lebih besar daripada biaya makanan itu sendiri.
Bahkan ada kalanya ketika Anda memiliki waktu luang untuk memasak, dan ada cara untuk memasak, tetap saja Anda menjadikan layanan pesan-antar sebagai pilihan utama, nah inilah yang biasa disebut perilaku yang mahal dan sudah menjadi kebiasaan.
Bila kemudahan hidup sehari-hari diulang, standar konsumsi ini akan mempengaruhi pengeluaran Anda dan akan disebut “cari gampang”.
2. Kecenderungan menghilangkan stres melalui konsumsi
Belakangan banyak dijumpai orang-orang yang ketika sedang mengalami masalah, atau stres ia meluapkannya dengan banyak makan, belanja suka-suka, hura-hura tidak jelas, karena saat melakukan hal-hal tersebut meningkatkan suasana hati Anda.
Jika kebiasaan konsumtif dilakukan untuk menghilangkan stres diulang-ulang sesuai naik turunnya emosi Anda, hasilnya adalah peningkatan pengeluaran. Pembayaran kecil, terutama untuk minuman, makanan penutup, dan belanja, bahkan lebih menakutkan karena tidak langsung terlihat.
Sekalipun masalahnya tidak terpecahkan, jika Anda mengatur emosi melalui pengeluaran, dompet Anda akan semakin menguasai emosi Anda.
3. Terbiasa menggunakan Taksi
Salah satu kemudahan lain yang ditawarkan pada masa kini ialah kehadiran transportasi berbasis online, taksi online, ojek online, dan sebagainya.
Hal ini membuat Anda yang tidak mau repot-repot ke terminal, halte bus, atau tidak suka berdesak-desakan lebih memilih menggunakan taksi.
Terlebih lagi apabila cuaca buruk atau jaraknya tidak pasti, Anda mungkin lebih memilih menggunakan taksi/taksi online daripada transportasi umum.
Tentu saja ini merupakan pilihan yang diperlukan dalam situasi yang tidak dapat dihindari, tetapi jika Anda mengulanginya karena Anda merasa “terlalu malas” atau “sedikit lelah”, hal ini akan menjadi pengeluaran tetap.
Khusus untuk taksi jarak pendek, harga satuannya tinggi dan frekuensinya tinggi, sehingga menjadi beban besar dalam jangka panjang. Jika Anda tidak memperhatikan hal ini, biaya hidup Anda secara keseluruhan mungkin akan menjadi tidak seimbang.
4. Kebiasaan pergi nongkrong di Kafe atau Warkop setelah makan
Hal ini dapat anda temui pada kaum milenial dan gen Z saat ini banyak yang hobi nongkrong di kafe-kafe, ataupun warkop, meskipun baru saja selesai makan, tetap saja tidak menghalangi untuk menjadikan kopi sebagai makanan penutup.
Kebiasaan langsung menuju kafe atau warkop setelah makan, ternyata menghabiskan lebih banyak uang daripada yang Anda duga.
Secangkir kopi mungkin tidak terasa, tetapi jika Anda meminumnya dua kali sehari, setiap akhir pekan, jumlah yang yang Anda keluarkan untuk membeli secangkir kopi dapat menjadi jumlah uang yang cukup besar dalam sebulan.
Sekalipun hanya untuk nongkrong atau bersantai, jika Anda selalu pergi ke kafe, hal itu secara alami akan menjadi biaya tetap. Sangat penting untuk memeriksa ruang tempat Anda duduk atau berkumpul hanya karena suatu “kebiasaan” tanpa tujuan khusus apapun.
5. Kebiasaan menggunakan Paylatter (Bayar Nanti)
Transaksi online seperti pembelian lewat aplikasi yang menawarkan bayar nanti, layanan berlangganan, item permainan sederhana, dan pembelian emotikon dan lain sebagainya, mungkin tidak menjadi beban tersendiri, tetapi dapat menjadi signifikan jika dilakukan secara berulang.
Terutama jika Anda memiliki pembayaran yang disetel pembayaran otomatis, Anda mungkin terus ditagih tanpa menyadarinya.
Transaksi semacam ini merupakan area konsumsi yang dapat dengan mudah menghibur diri, tetapi bila tidak dikontrol bahkan dilakukan berulang-ulang kebiasaan ini dapat menjadi bagian signifikan dari pengeluaran hidup Anda.
Baca Juga: Cara Mudah Daftarkan Bayi Baru Lahir ke BPJS Kesehatan
Memang kebiasaan setiap orang berbeda-beda dalam hal mengatur keuangan dan mengendalikan kebiasaan.
Bukanlah hal mudah untuk mengubah kebiasaan belanja atau budaya konsumtif dalam kehidupan sehari-hari sekaligus.
Namun, dengan mengetahui dan mengenali kebiasaan yang “tidak perlu” dapat mempengaruhi aliran pengeluaran Anda, membantu Anda untuk lebih mengontrol dan mengubah kebiasaan gaya hidup tersebut.
Sekian 5 kebiasaan gaya hidup yang diam-diam dapat membuat Anda jatuh miskin, hal yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yang nampak kecil, namun bila diakumulasikan bukan bernilai kecil. Semoga bermanfaat.
