SMARTIPS.ID–Anak Anda kesulitan berteman karena sifat pemalu atau kurang percaya diri? Berikut ini 4 cara yang dapat membantu anak-anak yang kesulitan berteman, yang bisa Anda pelajari, dan aplikasikan.
Anak-anak yang mengalami kesulitan berteman biasanya karena mereka memiliki kendala dalam bersosialisasi seperti memiliki sifat pemalu atau kurang percaya diri.
Umumnya anak-anak seiring dengan pertumbuhan, mereka akan belajar dan berkembang dengan sendirinya, salah satunya dalam membangun relasi pertemanan. Karena dengan berteman mereka bisa memberi dan menerima banyak hal.
Sebagai orang tua, sangat penting untuk memberi dukungan kepada anak-anak Anda sesuai dengan sifat, karakteristik dan kepribadian anak Anda. Jangan hanya sekedar menyuruh atau membiarkan mereka bermain dengan teman-temannya.
Orang tua juga berperan penting dalam membangun rasa percaya diri pada anak, terlebih bila anak Anda mengalami kesulitan berteman.
Melansir Naver, diuraikan 4 cara membantu anak yang sulit berteman yang praktis dan bisa langsung Anda aplikasikan.
Baca Juga: Ketahui Tanda-Tanda Gangguan Kesehatan Mental Pada Anak
4 Cara Membantu Anak Yang Kesulitan Berteman
1. Pahami kepribadian anak Anda dan bimbing persahabatannya.
Jika anak Anda kesulitan berteman, penting untuk memahami temperamen dan kepribadiannya terlebih dahulu. Anak ekstrovert mudah mendekati orang lain, sementara anak introvert sering merasa kewalahan oleh situasi yang tidak familiar.
Sebagai orang tua Anda perlu mengidentifikasi apakah anak Anda pemalu atau membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Dengan memahami kepribadian mereka, memungkinkan Anda menjadi wadah mereka mengembangkan keterampilan percakapan yang tepat dan beradaptasi dengan berbagai situasi.
Misalnya, sebelum pergi ke suatu pertemuan, ajak anak Anda berdiskusi mengenai kepribadian teman-temannya dan sarankan anak Anda untuk dapat mengajak teman-temannya berdiskusi itu membantu mereka merasa nyaman.
Dengan mengurangi kecemasan melalui komunikasi yang memadai sebelumnya, anak-anak akan tumbuh percaya diri.
2. Berlatihlah berteman dengan menggunakan teknik percakapan anak pasif.
Daripada langsung mengoreksi sikap pasif anak Anda, lebih baik mulai dengan mendorong mereka berlatih percakapan singkat. Misalnya, di rumah, latihlah frasa sederhana seperti “Halo?” dan “Ayo bermain bersama!” sesering mungkin menggunakan boneka atau bermain peran.
Seiring Anda berulang kali memainkan peran orang lain, anak Anda secara bertahap akan semakin percaya diri. Selain itu, ketika anak Anda pertama kali berbicara dengan teman di dunia nyata, berikan pujian yang tulus. Hanya dengan mengumpulkan pengalaman positif yang membangun keberanian mereka, rasa takut mereka untuk main bersama akan berkurang.
3. Menyelesaikan konflik dalam persahabatan bersama-sama
Meskipun anak Anda sudah berteman, mereka bisa dengan cepat menjadi tertutup ketika konflik muncul.
Sewaktu-waktu mereka akan bertengkar memperebutkan mainan atau mengingkari janji, yang berujung pada frustrasi. Sekadar memberi tahu anak Anda untuk “menahan diri saja” dalam situasi seperti ini tidak akan meredakan rasa dendam mereka dan bahkan dapat menimbulkan persepsi negatif tentang persahabatan.
Ketika konflik muncul, dengarkan anak Anda dengan saksama dan pertimbangkan perspektif orang lain. Jika orang tua berlatih memediasi dan menyelesaikan situasi bila diperlukan, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dalam situasi konflik.
4. Ciptakan lingkungan yang baik untuk berteman.
Alih-alih memaksa anak Anda untuk berteman dengan banyak orang, berikan mereka kesempatan yang sering untuk berteman secara alami.
Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan mereka dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari anak-anak dengan minat yang sama, serta kegiatan seperti seni, olahraga, dan membaca.
Menciptakan topik pembicaraan yang umum melalui kegiatan-kegiatan ini akan memudahkan anak Anda untuk mendekati Anda.
Namun, daripada langsung memaksa anak Anda untuk bergabung dengan banyak kelompok, mulailah dengan satu atau dua kelompok saja untuk meminimalkan tekanan.
Orang tua juga dapat membantu meredakan rasa takut mereka terhadap lingkungan yang tidak dikenal dengan pergi ke tempat-tempat yang membuat mereka merasa nyaman. Kuncinya adalah menanamkan keyakinan pada anak Anda bahwa mereka akan berteman secara alami melalui bermain dan beraktivitas, alih-alih memaksa mereka untuk berteman.
Baca Juga: Apakah Anak Anda Hiperaktif? Berikut 6 Cara Mengatasi Anak Yang Hiperaktif
Yang terpenting dari keempat cara ini ialah sikap kepedulian dan kehangatan dari orang tua terhadap anaknya dan ini adalah langkah pertama.
Jangan terfokus memaksa anak Anda untuk berteman, melainkan fokuslah memberi dukungan sebagai orang tua dan lingkungan yang suportif bagi anak Anda.
Manfaatkan kekuatan anak Anda untuk membangun kepercayaan diri dan ciptakan pengalaman positif di mana bertemu teman sebaya terasa menyenangkan. Karena upaya kecil dan kesabaran orang tua akan sangat membantu dalam memberdayakan anak mereka.
Sekian tentang 4 cara membantu anak yang kesulitan berteman. Semoga bermanfaat.
