SMARTIPS.ID — PT Transjakarta resmi menambah dan mengoperasikan 200 unit bus listri baru. Dengan penambahan itu, total armada bus listrik Transjakarta menjadi sebanyak 300 unit.
Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi mengatakan langkah Transjakarta ini merupakan bagian dari komitmen dalam menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Ini adalah tonggak penting dalam transformasi Jakarta sebagai kota global yang berkomitmen menghadirkan sistem transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2024) seperti dilansir beritajakarta.
Teguh menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mencapai target 100 persen elektrifikasi armada Transjakarta pada 2030. Untuk itu, percepatan elektrifikasi dan perlusan fasilitas pengisian daya modern di berbagai lokasi strategis diperlukan.
“Ini penting untuk memastikan keberlangsungan operasional bus listrik,” katanya.
Teguh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan sistem transportasi berkelanjutan di Jakarta.
Dia melanjutkan dengan kerja sama antara pemerintah, operator dan masyarakat, Jakarta diharapkan mampu mewujudkan visi menjadi kota yang berorientasi pada transportasi publik dan berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Langkah ini bukan hanya memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan, tetapi juga menjadikan Jakarta sebagai role model dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan berkelanjutan,” katanya.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan penggunaan bus listrik adalah langkah penting dalam menciptakan mobilitas berkelanjutan di Jakarta.
Menurutnya, kunci utama mewujudkan mobilitas berkelanjutan adalah mengajak masyarakat beralih ke transportasi publik, terutama yang ramah lingkungan.
Welfizon menyampaikan, Transjakarta telah mengoperasikan 100 unit bus listrik pada rute feeder sejak 2023.
“Tahun ini, kami melanjutkan langkah tersebut dengan meluncurkan 200 armada bus listrik baru. Ini bukan hanya pencapaian teknis, tetapi simbol transformasi menuju transportasi yang lebih hijau,” ungkapnya.
Dia menambahkan penggunaan bus listrik juga dinilai lebih efisien dan hemat biaya operasional.
“Biaya operasional bisa turun hingga 5 sampai 10 persen dan jika kita menghitung penghematan subsidi BBM, angka penghematannya bisa mencapai 18 sampai 20 persen,” tandasnya.
Sebagai tambahan, pengadaan 200 bus listrik baru ini merupakan hasil kerja sama Transjakarta dengan beberapa operator, baik dalam maupun luar negeri.
