SMARTIPS.ID – Pemprov DKI Jakarta melaporkan realisasi pendapatan daerah sebesar Rp29,29 triliun pada Juni 2026, setara 41% dari target yang sebesar Rp71,45 triliun. Pada periode yang sama, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp24,73 triliun atau 33,30 persen dari pagu Rp74,28 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kinerja APBD hingga triwulan II/2026 tersebut menopang keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional.
Pemprov DKI Jakarta juga terus mempercepat belanja agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Menurutnya, APBD harus menjadi instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” ujar Gubernur Pramono dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, Ini Penggunaannya
Baca Juga: Jadwal Bantuan KAJ, KLJ, KPDJ Juli 2026 Kapan Cair dan Data Jumlah Penerimanya
Selain pendapatan dan belanja daerah, penerimaan pembiayaan telah terealisasi Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target. Adapun, pengeluaran pembiayaan mencapai Rp574,9 miliar atau 8,17 persen dari pagu.
Percepatan pelaksanaan program juga terlihat dari 118.161 paket pengadaan yang telah diselesaikan hingga akhir triwulan II/2026. Paket yang masih berproses terus dipantau dan dipercepat agar pembangunan berjalan tepat waktu.
Kinerja fiskal tersebut didukung perekonomian Jakarta yang tumbuh positif. Pada triwulan I/2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year/YoY), ditopang konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, dan optimisme pelaku ekonomi.
Perdagangan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, diikuti jasa keuangan dan industri pengolahan.
Kepercayaan konsumen juga tetap tinggi. Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2026 berada di level 144,4, sedangkan penjualan riil meningkat 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mobilitas masyarakat melalui transportasi publik turut menunjukkan peningkatan. Jumlah pengguna transportasi umum mencapai 230,8 juta penumpang pada semester I/2206. tumbuh 9,70 persen secara tahunan.
“Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat konektivitas melalui transportasi publik, menghadirkan berbagai kegiatan yang menggerakkan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” jelasnya.
Stabilitas daya beli ditopang inflasi Jakarta yang terkendali. Pada Juni 2026, inflasi tercatat 2,78 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan masih berada dalam rentang sasaran nasional.
Kondisi tersebut didukung kebijakan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi publik secara konsisten.
Jakarta juga mempertahankan posisinya sebagai tujuan investasi terbesar di Indonesia. Realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, tumbuh 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai tersebut berkontribusi 17,20 persen terhadap total investasi nasional. Pemprov DKI Jakarta terus memperbaiki iklim usaha melalui pendampingan pelaku usaha, fasilitasi peluang investasi baru, serta pengembangan investasi hijau.
Salah satu proyek yang terus dipercepat adalah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mengembangkan infrastruktur perkotaan yang lebih berkelanjutan.
Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 turun menjadi 6,03 persen.
Penurunan tersebut didukung Program Padat Karya, magang bagi lulusan SMA dan sederajat, pelatihan reguler, serta layanan pelatihan bergerak melalui Mobile Training Unit.
“Kami ingin memastikan pembangunan Jakarta berlangsung secara inklusif. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan terbukanya lapangan kerja, meningkatnya kualitas layanan publik, dan terjaganya kesejahteraan seluruh warga,” tegas Gubernur Pramono.
Selain memperluas kesempatan kerja di dalam negeri, Pemprov DKI Jakarta melanjutkan program penyiapan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
“Sebelum saya menutup konferensi pers ini, saya ingin menyampaikan program kerja sama penempatan tenaga kerja ke luar negeri, seperti ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, Arab Saudi, dan negara lainnya akan terus kami lanjutkan. Itulah upaya yang terus kami lakukan untuk mempersiapkan tenaga kerja Jakarta agar mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.
