Smartips.id, JAKARTA-Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pencairan bantuan KJP Plus dan KLJ membantu menekan angka kemiskinan di DKI Jakarta. Menurutnya, angka kemiskinan di DKI Jakarta berhasil ditekan ke level 4,03 persen pada September 2025.
“Penurunan ini didorong oleh konsistensi penyaluran bantuan sosial, seperti KJP Plus dan Kartu Lansia Jakarta (KLJ),” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip, Senin (20/4/2026).
Sebagai informasi, bantuan KJP Plus merupakan bantuan pendidikan yang bersumber dari APBD DKI Jakarta. Bantuan KJP Plus diberikan kepada siswa usia sekolah di Provinsi DKI Jakarta yang memenuhi syarat.
Baca Juga: Kisi-kisi Pencairan Bantuan KAJ, KPDJ, dan KLJ April 2026
Rano Karno menjelaskan bantuan program KJP Plus menjangkau 707.513 penerima. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjalankan program sekolah swasta gratis di 40 institusi.
Di sisi lain, KLJ atau Kartu Lansia Jakarta merupakan bantuan sosial dari Pemprov DKI bagi lansia kurang mampu yang memenuhi syarat. Bantuan KLJ merupakan bagian dari bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD).
Terkait jadwal pencairan KLJ, bantuan ini biasanya disalurkan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta bersama dengan bantuan Kartu Anak Jakarta (KAJ) dan Kartu Penyandang Disabiltias Jakarta (KPDJ).
Mengutip laman media sosial resmi Dinsos DKI, pencairan bantuan KLJ, KAJ dan KPDJ telah dilakukan pada Maret 2026 bagi sebanyak 208.517 penerima manfaat.
Baca Juga: 3 Fakta Pencairan Bansos KLJ, KAJ, dan KPDJ April 2026: Cek NIK di Siladu!
Baca Juga: Resmi Cair! Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ Oktober 2025 Mulai Disalurkan ke 198 Ribu Penerima di Jakarta
Perinciannya, penerima bansos KAJ sebanyak 23.269 penerima, bansos KLJ sebanyak 164.948 penerima dan bantuan KPDJ sebanyak 20.300 penerima. Bantuan KLJ, KPDJ, dan KAJ ini cair mulai tanggal 13 Maret 2026.
