SMARTIPS.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT membukukan laba yang terkontraksi pada periode September 2025. Bank NTT membukukan laba bersih Rp127,29 miliar pada kuartal III/2025, turun 5,22% secara tahunan (year on year/YoY).
Kontraksi laba Bank NTT itu lantaran kinerja beban bunga yang tumbuh lebih tinggi dari pendapatan non bunga.
Mengutip laporan keuangan, Bank NTT mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal III/2025, tumbuh 1,85% YoY dibandingkan Rp1,17 triliun pada periode yang sama 2024.
Sejalan dengan itu beban bunga Bank NTT tercatat sebesar Rp394,27 miliar, naik 4,26% YoY dibandingkan Rp378,16 miliar pada September 2024.
Hal itu membuat pendapatan bunga bersih Bank NTT menjadi Rp805,99 miliar pada kuartal III/2025, naik tipis dari Rp800,24 miliar pada periode yang sama 2024.
Baca Juga: Bank Jatim (BJTM) Suntik Modal Rp100 Miliar ke Bank NTT
Pendapatan Bank NTT itu terkait erat dengan kinerja intermediasi perseroan. Bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov NTT itu tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp13,73 triliun pada kuartal III/2025, naik 7,42% YoY.
Pada saat bersamaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank NTT naik menjadi Rp14,65 triliun pada kuartal III/2025, naik 6,41% secara tahunan dibandingkan Rp13,77 triliun pada periode yang sama 2024.
Pertumbuhan DPK Bank NTT pada 9 bulan pertama terutama didorong oleh deposito yang naik 20,82% YoY menjadi Rp6,55 triliun.
Pada saat bersamaan, dana murah (current account saving account/CASA) menjadi Rp8,09 triliun, turun 2,97% YoY. Hal itu membuat dana murah mengecil ke 55,24% pada September 2025 dibandingkan 60,58% pada September 2024.
Kinerja intermediasi itu memuat loan to deposit ratio (LDR) Bank NTT berada pada 93,70% per September 2025.
Bank NTT lantas meraup pendapatan sebesar Rp169,25 miliar pada kuartal III/2025, naik 1,21% YoY. Setelah dikurangi pajak dan beban lainnya, Bank NTT lantas membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp127,29 millar, turun 5,22% YoY.
Pada sisi neraca, total aset Bank NTT tercatat sebesar Rp18,77 triliun, naik darii Rp16,43 triliun pada akhir 2024 lalu.
Baca Juga: Kemensos Bantu Korban Banjir Nagekeo, Santunan Rp15 Juta dan Rp5 Juta
Liabilitas Bank NTT tercatat sebesar Rp15,99 triliun pada kuartal III/2025, naik dari Rp13,73 triliun pada Desember 2024. Adapun, total ekuitas Bank NTT sebesar Rp2,78 triliun, naik tipis dari Rp2,7 triliun pada akhir 2024.
Sejalan dengan kinerja pendapatan, net interest margin (NIM) Bank NTT berada pada level 6,21% per September 2025, turun tipis dari 6,39%.
Seiring penyaluran kredit, Bank NTT mampu mempertahankan kualitas kredit atau kredit macet (non performing loan/ NPL) gross pada level 3,34% dan NPL net pada 0,97% membaik dari 1,43% pada September 2024.
Sebelumnya, Bank NTT telah mendapatkan suntikan modal dari Bank Jatim sebesar Rp100 miliar pada 30 September 2025.
Penyertaan modal itu dalam rangka membentuk kelompok usaha bank (KUB) sekaligus mengangkat modal bank NTT ke level Rp3 triliun sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bank Jatim bakal menjadi pemegang saham kedua terbesar setelah Pemprov NTT setelah mendapatkan restu dari OJK.
