SMARTIPS.ID-Bank Jakarta membukukan laba Rp520,81 miliar pada kuartal III/2025, naik 1,46% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp513,23 miliar pada periode yang sama 2024.
Laba Bank Jakarta itu terutama ditopang oleh pendapatan bunga bersin yang naik 6,35% YoY menjadi Rp2,16 triliun dari Rp2,03 triliun.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo mengatakan bahwa capaian positif Bank Jakarta merupakan hasil dari komitmen seluruh insan Bank Jakarta untuk tumbuh sebagai bank pembangunan daerah yang kuat, sehat, dan berkelas nasional.
“Kami terus memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta dan seluruh ekosistem ekonomi kota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga: Bank NTT Raup Laba Rp127,29 Miliar Kuartal III/2025, Turun 5,22%
Baca Juga: Bank Jatim (BJTM) Suntik Modal Rp100 Miliar ke Bank NTT
Pada sisi neraca, Bank Jakarta memiliki total aset Rp90,72 triliun, naik 12,37%. Pertumbuhan aset itu terutama didorong oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp74,24 triliun, naik 16,90% YoY dibandingkan Rp63,50 triliun.
Di tengah ketatnya persaingan penghimpunan dana, Bank Jakarta berfokus memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan porsi dana murah (CASA).
Upaya ini membuahkan hasil positif dengan rasio CASA yang tumbuh signifikan sebesar 59,85% (YoY), menjadi fondasi penting bagi efisiensi biaya dana dan stabilitas likuiditas untuk mendukung ekspansi pembiayaan yang berkelanjutan.
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit Bank Jakarta juga mencatat pertumbuhan solid, terutama pada segmen UMKM yang meningkat 16,14% (YoY) menjadi Rp6,62 triliun dari Rp5,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan komitmen Bank Jakarta dalam mendukung produktivitas ekonomi daerah melalui pembiayaan yang inklusif dan berdampak luas.
Bank Jakarta juga terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha, khususnya UMKM di berbagai sektor produktif, dengan menghadirkan produk kredit yang lebih fleksibel baik dari sisi tenor, suku bunga, maupun skema pembayaran sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta, Basaria Martha Juliana menambahkan perseroan secara konsisten menjalankan strategi penguatan fundamental melalui pengelolaan risiko yang prudent, transformasi proses bisnis, serta optimalisasi teknologi digital guna mendukung akselerasi bisnis yang sehat dan berdaya saing.
“Dari sisi efisiensi, Bank Jakarta terus mengoptimalkan pengelolaan biaya bunga melalui peningkatan porsi CASA dan penyesuaian suku bunga deposito korporasi. Langkah ini berhasil menurunkan beban bunga sebesar 7,77% hingga September 2025,” jelasnya.
Selain itu, pengelolaan operational expenditure (OPEX) juga terus ditingkatkan melalui efisiensi proses bisnis, peningkatan produktivitas karyawan, serta penyelarasan struktur biaya dengan prioritas strategis perusahaan.
Langkah ini memperkuat efektivitas operasional sekaligus menjaga ruang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
