SMARTIPS.ID— Bantuan pendidikan KJP Plus Januari 2025 kapan cair menjadi pertanyaan banyak warga Jakarta. DPRD DKI dalam penjelasan terbaru memberikan bocoran KJP Plus Januari 2025 kapan cair.
Baru-baru ini DPRD DKI dan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI melakukan rapat untuk mengevaluasi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Raden Gusti Arief mengatakan kabar baik bahwa pencairan tahap pertama untuk penerima manfaatkan KJP Plus dan KJMU dilaksanakan pada akhir Januari 2025.
“Alhamdulillah, kita dapat berita baik. Sekda sudah menginformasikan bahwa insya Allah kita akan mengawal ini di Komisi E. Hasilnya, bagi penerima manfaat KJP Plus dan KJMU, insya Allah akan dikembalikan di tahap pertama tahun 2025. Akhir Januari nanti sudah ada pencairan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/12/2024).
Baca Juga: Lakukan Ini Jika Dana KJP Plus November dan Desember 2024 Belum Masuk Rekening
Baca Juga: Penerima KJP Plus Dicabut Akan Diaktifkan Lagi pada Januari 2024
Disdik lantas membuka kesempatan untuk memferivikasi ulang data penerima KJP Plus tahap II tahun 2024 atau yang sedang berlangsung sejak November 2024 sampai April 2025.
Gusti Arief juga mengingatkan pentingnya verifikasi ulang bagi peserta yang datanya sempat terblokir pada tahun 2024.
Menurutnya, masyarakat yang merasa data mereka tidak sesuai atau menjadi dasar pemblokiran perlu segera menghubungi dinas terkait untuk memperbaiki informasi tersebut.
“Harapannya, kepada peserta penerima KJP Plus dan KJMU yang terputus, agar segera melakukan verifikasi ulang. Pastikan bahwa data mereka sudah diperbarui, terutama terkait NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) Rp1 miliar atau kepemilikan kendaraan roda empat,” jelasnya.
Dia melanjutkan ada sekitar 105.000 penerima manfaat yang terputus pada tahun 2024 dan diharapkan dapat kembali menerima hak mereka pada awal 2025.
“Insya Allah, yang terputus sekitar 105.000 penerima akan kembali. Namun, verifikasi data harus dilakukan terlebih dahulu. Mudah-mudahan masyarakat terdampak segera memberikan data akhir yang benar,” imbuhnya.
