Close Menu
  • Home
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Masakan
  • Entertainment
  • Keuangan
  • Tekno
  • Nasional

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

TERBARU

KJP Plus Agustus 2026 Cair Kapan? Ini Kisi-Kisi Jadwalnya

30 Juli 2026

Pemprov DKI Sediakan 32.727 Unit Rusunawa Gratis Biaya Pendaftaran, Ini Syarat dan Cara Daftar Online di SURIKIM

30 Juli 2026

Kemensos Bakal Cairkan Bansos PKH dan BPNT Triwulan III/2026 Lewat Kopdes Merah Putih

30 Juli 2026

Bantuan Pangan Cair Agustus 2026! Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Dapat Bansos Beras 30 Kg

28 Juli 2026

Kisi-kisi Jadwal KJP Plus Agustus 2026 Kapan Cair

27 Juli 2026

Intip Jadwal Pendaftaran KJP Plus Tahap II Tahun 2026

27 Juli 2026

Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ Juli 2026 Cair, Jumlah Penerima Berkurang 2.918 Orang

25 Juli 2026

Rekomendasi Film Box Office Korea Tayang Agustus 2026 dan Sinopsisnya

25 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • KJP Plus Agustus 2026 Cair Kapan? Ini Kisi-Kisi Jadwalnya
  • Pemprov DKI Sediakan 32.727 Unit Rusunawa Gratis Biaya Pendaftaran, Ini Syarat dan Cara Daftar Online di SURIKIM
  • Kemensos Bakal Cairkan Bansos PKH dan BPNT Triwulan III/2026 Lewat Kopdes Merah Putih
  • Bantuan Pangan Cair Agustus 2026! Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Dapat Bansos Beras 30 Kg
  • Kisi-kisi Jadwal KJP Plus Agustus 2026 Kapan Cair
  • Intip Jadwal Pendaftaran KJP Plus Tahap II Tahun 2026
  • Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ Juli 2026 Cair, Jumlah Penerima Berkurang 2.918 Orang
  • Rekomendasi Film Box Office Korea Tayang Agustus 2026 dan Sinopsisnya
Facebook X (Twitter) Instagram
SMARTIPS.ID
  • Home
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Masakan
  • Entertainment
  • Keuangan
  • Tekno
  • Nasional
SMARTIPS.ID
Home » Kesehatan » Apakah Autoimun Bisa Disembuhkan?
Kesehatan

Apakah Autoimun Bisa Disembuhkan?

Patricia SetiawanBy Patricia Setiawan24 Oktober 2021
Facebook Twitter WhatsApp Telegram Threads
Mengenal penyakit Autoimun-Ilustrasi


JAKARTA, Smartips.id–Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun. Beberapa di antaranya memiliki gejala serupa, seperti kelelahan, nyeri otot, dan demam.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri atau virus. Ketika terserang organisme asing, sistem kekebalan tubuh akan melepas protein yang disebut antibodi untuk melawan dan mencegah terjadinya penyakit.

Patut diketahui, penderita penyakit autoimun lebih rentan terserang infeksi, termasuk COVID-19.
Gejala Penyakit Autoimun.

Ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun dan beberapa di antaranya memiliki gejala awal yang sama, seperti:
• Kelelahan
• Pegal otot
• Ruam kulit
• Demam ringan
• Rambut rontok
• Sulit konsentrasi
• Kesemutan di tangan dan kaki

Meski menimbulkan beberapa gejala awal yang sama, masing-masing penyakit autoimun tetap memiliki gejala spesifik, seperti diabetes tipe 1 yang gejalanya berupa sering haus, lemas, dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
Berikut ini adalah beberapa contoh penyakit autoimun dan gejalanya:

• Lupus
Lupus dapat memengaruhi hampir semua organ tubuh dan menimbulkan beragam gejala, seperti demam, nyeri sendi dan otot, ruam kulit, kulit menjadi sensitif, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, kejang, nyeri dada, sesak napas, pucat, dan perdarahan.

• Penyakit Graves
Penyakit Graves dapat menimbulkan gejala berupa kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas, mata menonjol, rambut rontok, jantung berdebar, insomnia, dan gelisah.

• Psoriasis
Penyakit ini dapat dikenali dengan kulit yang bersisik dan munculnya bercak merah pada kulit.• Multiple sclerosis
Gejala yang dapat ditimbulkan oleh multiple sclerosis meliputi nyeri, mati rasa pada salah satu bagian tubuh, gangguan penglihatan, otot kaku dan lemas, koordinasi tubuh berkurang, dan kelelahan.

• Myasthenia gravis
Gejala yang dapat dialami akibat menderita myasthenia gravis adalah kelopak mata terkulai, pandangan kabur, lemah otot, kesulitas bernapas, dan kesulitan menelan.

• Tiroiditis Hashimoto
Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa berat badan naik tanpa sebab yang jelas, sensitif terhadap udara dingin, mati rasa di tangan dan kaki, kelelahan, rambut rontok, dan kesulitan berkonsentrasi.

• Kolitis ulseratif dan Crohn’s disease
Gejala yang dapat dialami jika menderita kedua penyakit ini adalah nyeri perut, diare, buang air besar berdarah, demam, dan berat badan turun tanpa sebab.

• Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis dapat membuat penderitanya mengalami gejala berupa nyeri sendi, radang sendi, pembengkakan sendi, dan kesulitan bergerak.

• Sindrom Guillain Barre
Penyakit ini menimbulkan gejala berupa lemas yang jika kondisinya semakin parah dapat berkembang menjadi kelumpuhan.

• Vaskulitis
Vaskulitis dapat dikenali dengan gejala demam, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, kelelahan, tidak nafsu makan, dan ruam kulit.
Gejala penyakit autoimun dapat mengalami flare, yaitu timbulnya gejala secara tiba-tiba dengan derajat yang berat. Flare biasanya terjadi karena dipicu oleh suatu hal, misalnya paparan sinar matahari atau stres.

Kapan harus ke dokter
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika anda termasuk yang berisiko menderita penyakit autoimun dan mengalami gejala awal yang telah disebutkan di atas.
Segera ke dokter jika gejala tersebut tak kunjung membaik, semakin memburuk, atau jika Anda mengalami gejala yang spesifik.

Diagnosis Penyakit Autoimun
Untuk mendiagnosis penyakit autoimun, dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala dan keluhan yang dialami pasien, riwayat kesehatan pasien, serta riwayat penyakit di dalam keluarga pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Tidak mudah bagi dokter untuk mendiagnosis penyakit autoimun. Meski setiap penyakit autoimun memiliki ciri khas, tetapi gejala yang muncul bisa sama. Oleh karena itu, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan penunjang berikut ini untuk memastikan diagnosis:
• Tes ANA (antinuclear antibody), untuk mengetahui aktivitas antibodi yang menyerang tubuh
• Tes autoantibodi, untuk mendeteksi karakteristik antibodi dalam tubuh
• Tes darah lengkap, untuk menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih
• Tes C-Reactive protein, untuk mendeteksi peradangan dalam tubuh
• Tes sedimentasi eritrosit, untuk mengetahui tingkat keparahan peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

Pengobatan Penyakit Autoimun
Sebagian besar penyakit yang tergolong penyakit autoimun belum dapat disembuhkan, tetapi gejala yang timbul dapat diringankan dan dicegah agar tidak terjadi flare.
Pengobatan untuk menangani penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya.

Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan adalah:
Obat-obatan
Obat-obatan yang dapat diberikan untuk menangani penyakit autoimun meliputi:
• Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau aspirin, untuk mengatasi nyeri
• Obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid, untuk menghambat perkembangan penyakit dan memelihara fungsi organ tubuh
• Obat anti-TNF, seperti infliximab, untuk mencegah peradangan akibat penyakit autoimun rheumatoid arthritis dan psoriasis

Terapi pengganti hormon
Terapi pengganti hormon dilakukan jika pasien menderita penyakit autoimun yang menghambat produksi hormon di dalam tubuh. Contohnya, pemberian suntik insulin pada penderita diabetes tipe 1 untuk mengatur kadar gula darah atau pemberian hormon tiroid bagi penderita tiroiditis.

Komplikasi Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius, yaitu:
• Penyakit jantung
• Depresi atau gangguan kecemasan
• Kerusakan saraf
• Deep vein thrombosis
• Kerusakan organ, seperti hati atau ginjal

Pencegahan Penyakit Autoimun
Belum diketahui cara mencegah penyakit autoimun sepenuhnya. Namun, beberapa upaya di bawah ini bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit autoimun:
• Berolahraga secara rutin
• Tidak merokok
• Menjaga berat badan tetap ideal
• Menggunakan alat pelindung ketika bekerja, agar terhindar dari paparan bahan kimia
• Menjaga kebersihan tubuh agar terhindar infeksi virus dan bakteri

Penyakit Autoimun dan COVID-19
Penderita penyakit autoimun umumnya akan mengonsumsi obat yang memiliki efek untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, penderita penyakit autoimun lebih rentan terkena infeksi, termasuk COVID-19.

Oleh karena itu, penderita penyakit autoimun wajib menjaga kesehatan dan kontrol secara rutin ke dokter.
Jangan lupa untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan cara yang positif, sehingga sistem kekebalan tubuh bisa terjaga dengan baik.

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram

BERITA TERKAIT

8 Manfaat Daun Pandan untuk Wanita dan Kecantikan

25 Juli 20263 Mins Read

Ampuh Mengatasi Berbagai Masalah Kesehatan, Ketahui Manfaat Buah Sirsak Ini!

23 Juli 20263 Mins Read

Sudah Terbukti ! Ini Manfaat Kunyit Putih Beserta Efek Sampingnya Wajib Anda Tahu

22 Juli 20263 Mins Read

Awas Bahaya Karbon Monoksida (CO) di Ruang Tertutup: Mengikat Hemoglobin 200 Kali Lebih Kuat dari Oksigen!

16 Oktober 20253 Mins Read

Gigitan Anjing Berisiko Rabies? Jangan Panik! Ini Panduan Pertolongan Pertama dan Kapan Harus ke Dokter

14 Oktober 20252 Mins Read

Kesehatan Tetap Prima: 5 Tips Ampuh Jaga Kesehatan Saat Terpaksa Begadang di Malam Hari

14 Oktober 20253 Mins Read
LAYAK DISIMAK

Jadwal Pencairan dan Tahapan Pendaftaran KJP Plus Tahap 2 2025, Ini Daftar Nama Penerimnaya

3 September 2025

‘Red Sonja’ Mulai Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis Lengkap Kisah Pejuang Legendaris

17 September 2025

PIP 2025 Cair Agustus? Ini Cara Cek Uang Sudah Masuk Rekening atau Belum

26 Agustus 2025

Cara Menggunakan BitLocker Pada Windows 10

20 Februari 2022

Pengisian DRH NI PPPK Paruh Waktu 2025 di sscasn.bkn.go.id Paling Lambat 15 September, Ini Caranya

11 September 2025

Cek Rekening, Kemensos Sudah Cairkan Bansos BPNT dan PKH Desember 2024

11 Desember 2024
Terbaru
  • KJP Plus Agustus 2026 Cair Kapan? Ini Kisi-Kisi Jadwalnya
  • Pemprov DKI Sediakan 32.727 Unit Rusunawa Gratis Biaya Pendaftaran, Ini Syarat dan Cara Daftar Online di SURIKIM
  • Kemensos Bakal Cairkan Bansos PKH dan BPNT Triwulan III/2026 Lewat Kopdes Merah Putih
  • Bantuan Pangan Cair Agustus 2026! Ini Jadwal, Syarat, dan Cara Dapat Bansos Beras 30 Kg
  • Kisi-kisi Jadwal KJP Plus Agustus 2026 Kapan Cair
Tentang Kami

Smartips.id menyajikan informasi terkini dan seputar tips yang relevan.

Tim Penulis: Jonathan Wijaya, Kris Allan, Tamara L, Patricia Setiawan

Email Kami: smartipsid@gmail.com

X (Twitter) Instagram

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.