SMARTIPS.ID – Gas karbon monoksida (CO) merupakan ancaman serius yang seringkali tidak disadari karena sifatnya tidak berbau dan tidak berwarna. Praktisi Kesehatan, dr. Muhammad Fajri Adda’i, menegaskan bahwa gas ini sangat beracun karena memiliki kemampuan luar biasa untuk mengikat hemoglobin dalam darah.
Melansir dari surat kabar RRI, dr. Fajri menjelaskan bahaya paparan CO di ruang tertutup tanpa ventilasi yang memadai, serta langkah-langkah pencegahan dan pertolongan pertama yang harus diketahui masyarakat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kuah: Soto, Kuliner Hybrid Indonesia yang Mewakili Lebih dari 75 Identitas Daerah
Mekanisme Keracunan Karbon Monoksida
Karbon monoksida menjadi berbahaya karena mekanisme biologisnya yang cepat melumpuhkan kemampuan darah membawa oksigen.
1. Daya Ikat yang Ekstrem
- Daya Ikat Hemoglobin: Gas CO dapat mengikat hemoglobin (protein pembawa oksigen dalam darah) hingga 200 kali lebih kuat dibandingkan oksigen.
- Dampak Biologis: “Ketika hemoglobin lebih banyak mengikat karbon monoksida daripada oksigen, jaringan tubuh akan kekurangan suplai oksigen,” kata dr. Fajri.
2. Efek pada Jaringan Vital
Kondisi kekurangan oksigen (hipoksia) akibat paparan CO dapat menimbulkan gangguan serius pada organ vital.
- Gangguan Serius: Otak dan jantung adalah organ yang paling rentan terhadap kekurangan oksigen.
- Gejala Akut: Paparan tinggi gas ini dapat menyebabkan pusing, sesak napas, hingga henti jantung dalam hitungan menit. Awalnya korban bisa mengalami pusing atau lemas sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Baca Juga: Rahasia Tidur Nyenyak: Ahli Ungkap Bagaimana Yoga Mampu Atasi Masalah Sulit Tidur
Sumber Potensial dan Pencegahan
Dr. Fajri juga menyoroti salah satu sumber potensial gas CO di fasilitas publik dan perumahan.
- Water Heater Berbahan Bakar Gas: Alat pemanas air ini menjadi sumber potensial CO jika terjadi pembakaran yang tidak sempurna dan instalasi gas tidak aman.
- Wajib Ventilasi: “Setiap area yang menggunakan bahan bakar gas wajib memiliki sirkulasi udara yang baik agar tidak menimbulkan bahaya,” ucap dr. Fajri. Pemilik penginapan atau fasilitas publik harus memastikan sistem ventilasi terpasang dengan aman.
Langkah Pertolongan Pertama Keracunan CO
Kesadaran dan ketenangan adalah kunci dalam menolong korban keracunan karbon monoksida.
- Matikan Sumber Gas: Segera matikan sumber gas atau api yang menjadi penyebab pembentukan CO.
- Buka Ventilasi: Buka lebar-lebar pintu dan jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara.
- Pindahkan Korban: Korban harus segera dipindahkan ke ruang terbuka agar dapat menghirup udara bersih.
- Panggil Bantuan Medis: “Lalu segera panggil ambulans untuk penanganan medis lanjutan,” sarannya.
Dr. Fajri menutup dengan imbauan bahwa ketenangan dan pengetahuan dasar pertolongan pertama sangat penting. “Ketenangan dan pengetahuan dasar pertolongan pertama bisa menyelamatkan nyawa di situasi darurat seperti ini,” tutupnya.
