SMARTIPS.ID – Belakangan, media sosial diramaikan dengan beredarnya sebuah video manipulatif yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto dengan klaim akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) tunai Rp7 juta untuk seluruh pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Konten ini cepat menyebar di Facebook dan WhatsApp, menimbulkan kebingungan serta harapan palsu di tengah masyarakat. Namun, setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut dipastikan hoaks.
Baca Juga: Ini Jadwal Pengumuman KJP Plus Tahap 2 Tahun 2025, Cek Daftar Penerimanya di Link Berikut
Dari Mana Asal Hoaks Bansos Rp7 Juta?
Menurut laporan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di situs komdigi.go.id, video yang beredar sebenarnya adalah pidato perdana Presiden Prabowo setelah dilantik pada 20 Oktober 2024 di Gedung MPR, Senayan, Jakarta.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo sama sekali tidak menyebut adanya bansos Rp7 juta untuk pemegang KTP. Video tersebut telah dimanipulasi, dengan suara asli diganti menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) sehingga terdengar seolah-olah beliau menyampaikan janji tersebut.
Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini, 10 September 2025: Shio Tikus, Macan, dan Kerbau Mendapat Kejutan
Faktanya: Tidak Ada Program Bansos Rp7 Juta
Hingga September 2025, pemerintah hanya menjalankan program bansos reguler, antara lain:
-
PKH (Program Keluarga Harapan) dengan bantuan mulai Rp225 ribu hingga Rp750 ribu per tahap.
-
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) sebesar Rp200 ribu per bulan.
-
Kartu Jakarta Pintar (KJP Plus) bagi pelajar di DKI Jakarta.
-
Kartu Lansia Jakarta (KLJ) sebesar Rp900 ribu per triwulan.
Tidak ada satupun kebijakan resmi yang menyebutkan adanya bansos tunai Rp7 juta bagi seluruh pemilik KTP.
Baca Juga: Intip Tanggal Pencairan KLJ September 2025, Ini Cara Ambil Dananya
Bahaya Hoaks Bansos di Masyarakat
Hoaks semacam ini berpotensi merugikan masyarakat, terutama kelompok rentan yang sangat bergantung pada bantuan sosial. Informasi palsu dapat menimbulkan:
-
Kebingungan publik mengenai program pemerintah.
-
Penyalahgunaan data pribadi, bila masyarakat diarahkan mengisi formulir palsu.
-
Ketidakpercayaan terhadap pemerintah akibat janji-janji yang sebenarnya tidak pernah ada.
Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT September 2025, Ini Daftar Penerimanya
Cara Mengecek Informasi Bansos yang Benar
Untuk memastikan kebenaran informasi bansos, masyarakat bisa melakukan langkah berikut:
-
Akses situs resmi Kemensos: https://cekbansos.kemensos.go.id
-
Gunakan aplikasi “Cek Bansos” yang tersedia di Play Store dan App Store.
-
Pantau akun resmi pemerintah di media sosial, seperti @kemensosri dan @upt.p4op untuk wilayah DKI Jakarta.
-
Hindari menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas atau hanya berasal dari pesan berantai.
Baca Juga: Jadwal Resmi Pencairan KJP Plus September 2025, Ini Daftar Penerimanya
Kesimpulan
Klaim mengenai bansos Rp7 juta dari Presiden Prabowo adalah hoaks yang beredar melalui video manipulatif di media sosial. Faktanya, hingga saat ini tidak ada program pemerintah dengan skema bantuan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak, selalu cek sumber informasi, dan tidak mudah percaya pada konten viral. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama melawan penyebaran hoaks dan menjaga ketenangan publik.
Untuk informasi resmi, kunjungi komdigi.go.id dan cekbansos.kemensos.go.id.
