SMARTIPS.ID- Legenda adalah sebuah genre dari cerita rakyat yang terdiri atas narasi yang menampilkan perbuatan-perbuatan manusia yang diyakini atau dipercayai oleh si pencerita dan pendengarnya sebagai suatu kisah nyata yang pernah terjadi.
Salah satu legenda terkenal yang berasal dari Jawa Barat adalah Sangkuriang. Anda bisa menikmati cerita Sangkuriang berikut sambil menyeruput teh atau kopi.
Legenda Sangkuriang dari Jawa Barat
Dahulu kala, ada sepasang dewa dan dewi khayangan yang dihukum menjadi hewan dan menjalani masa hukumannya di bumi. Sang dewa menjelma menjadi anjing yang bernama Tumang, dan sang dewi menjadi babi hutan bernama Wayung Hyang. Keduanya tinggal di dalam hutan.
Baca Juga: Santa Claus Berasal Dari Mana? Cek Sejarahnya
Suatu ketika, Wayung Hyang yang merasa kepanasan melihat ada air yang tertampung di pohon keladi dan langsung meminumnya. Ternyata, air tersebut adalah air seni Raja Sungging Perbangkara yang sakti. Setelah meminum air tersebut, babi hutan Wayung Hyang pun mengandung dan melahirkan seorang anak perempuan. Raja Sungging Perbangkara yang mengetahui hal ini membawa bayi tersebut dan membesarkannya di istana. Ia menamainya Dayang Sumbi.
***
Dayang Sumbi tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Para raja, pangeran, dan bangsawan semuanya saling berperang memperebutkan Dayang Sumbi. Melihat kejadian tersebut, Dayang Sumbi meminta izin ayahnya untuk mengasingkan diri. Demi kedamaian, Raja Sungging Perbangkara mengizinkan putrinya tinggal seorang diri di hutan, ditemani anjing bernama Tumang.
Selama di pengasingan, Dayang Sumbi mengisi hari-harinya dengan menenun. Suatu hari saat sedang asyik menenun, peralatannya ada yang terjatuh. Karena malas mengambil, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa siapapun yang mengambilkan peralatan itu akan ia nikahi jika seorang pria, dan akan dijadikan saudara jika seorang wanita.
Tidak lama kemudian, Tumang menghampirinya membawakan peralatan tersebut. Karena harus menepati janji, Dayang Sumbi pun menikahi Tumang. Dari pernikahannya, ia melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Sangkuriang.
Baca Juga: Pandangan Gereja Katolik tentang Embrio dan Martabat Manusia: Perspektif Moral dan Etika
Sama seperti kakeknya, sang raja, Sangkuriang juga gemar berburu di hutan. Setiap kali berburu, ia selalu ditemani oleh Tumang. Sangkuriang tidak pernah tahu bahwa Tumang adalah jelmaan dewa sekaligus ayahnya. Sangkuriang hanya menganggap bahwa Tumang adalah anjing peliharaan biasa.
Pada suatu hari, Sangkuriang diminta ibunya untuk berburu kijang karena Dayang Sumbi ingin memakan hati kijang. Sangkuriang pun pergi berburu bersama Tumang. Setelah lama menunggu dan tidak melihat satu ekor kijang pun, Sangkuriang mulai patah semangat. Tidak lama kemudian, Sangkuriang melihat seekor babi hutan dan segera meminta Tumang untuk mengejarnya.
Tumang yang biasanya semangat, saat itu tidak mau menuruti perkataan Sangkuriang. Tumang mengenali babi hutan itu, Wayung Hyang. Sangkuriang pun menjadi marah kepada Tumang karena tidak mendengarkannya. Sangkuriang lalu membunuh Tumang, mengambil hatinya, dan membawanya kepada Dayang Sumbi untuk dimasak dan dimakan.
Setelah ibunya mencari-cari Tumang, Sangkuriang akhirnya mengakui perbuatannya. Dayang Sumbi yang sangat marah memukul kepala Sangkuriang hingga berdarah. Sangkuriang pun menjadi marah dan sakit hati karena ibunya lebih menyayangi Tumang dari dirinya. Ia lalu kabur dan mengembara sendiri.
Setelah ditinggal Sangkuriang, Dayang Sumbi pergi bertapa untuk memohon ampun kepada dewa atas kesalahannya. Para dewa memaafkan dan memberinya kecantikan yang abadi, sehingga wajah Dayang Sumbi tidak terlihat menua.
***
Baca Juga: Doa Novena Paling Ampuh dan Populer
Bertahun-tahun terlewati, Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan sakti karena terus berguru kepada orang-orang sakti yang ia temui selama mengembara. Dalam perjalanannya, tanpa sadar ia kembali ke tempat kelahirannya. Di hutan ia terpesona pada kecantikan seorang gadis tanpa menyadari bahwa itu adalah ibunya.
Dayang Sumbi yang juga tidak menyadari bahwa pemuda gagah itu adalah anaknya, membalas cinta Sangkuriang. Keduanya jatuh cinta dan berencana untuk menikah. Sebelum menikah, Sangkuriang berniat untuk pergi berburu. Dayang Sumbi pun membantunya mengenakan ikat kepala. Saat itu, Dayang Sumbi lalu melihat bekas luka pukulannya dulu dan langsung mengenali Sangkuriang.
Dayang Sumbi menceritakan siapa dirinya kepada Sangkuriang dan menolak untuk diperistri anaknya sendiri. Sangkuriang yang dibutakan oleh hawa nafsu tidak percaya pada cerita itu dan tetap berniat meminang Dayang Sumbi.
***
Baca Juga: A Killer Paradox Sinopsis Dan Jadwal Tayang
Melihat kegigihan Sangkuriang, Dayang Sumbi akhirnya memberikan syarat pernikahan yang dianggap mustahil. Ia meminta Sangkuriang membendung Sungai Citarum dan membangun sebuah kapal yang besar hanya dalam waktu satu malam. Jika berhasil, barulah ia akan menikahi Sangkuriang.
Sangkuriang menyanggupi permintaan Dayang Sumbi. Dengan kesaktiannya, ia memanggil makhluk halus untuk membantunya bekerja. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir berhasil, ia kembali berdoa kepada dewa meminta pertolongan. Dayang Sumbi lalu menebarkan kain putih dan memaksa ayam jantan berkokok. Makhluk halus yang mengira hari sudah pagi meninggalkan pekerjaan mereka.
Merasa sudah dicurangi membuat Sangkuriang marah besar. Sangkuriang menendang kapal besar yang sudah dibuatnya sehingga jatuh tertelungkup. Kapal besar ini kemudian menjelma menjadi sebuah gunung, Gunung Tangkuban Perahu yang berarti perahu yang tertelungkup. Karena takut akan kemarahan Sangkuriang, Dayang Sumbi terus berlari dan akhirnya menghilang di Gunung Putri. Sangkuriang yang tidak berhasil menemukan Dayang Sumbi akhirnya menghilang ke alam gaib.
Sumber: Indonesiakarya.com
