Smartips.id, JAKARTA-Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Triwulan II tahun 2026 akan dimulai pada bulan April 2026. Proses pencairan ditargetkan berlangsung sejak minggu ketiga hingga akhir bulan.
Penyaluran bansos PKH dan BPNT dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui setiap tiga bulan. Untuk periode kali ini, data keluarga penerima manfaat (KPM) diterima lebih cepat, yakni pada 10 April, sehingga pencairan bisa dilakukan lebih awal dibandingkan biasanya.
Sebanyak 18 juta KPM akan menerima bansos PKH dan BPNT melalui rekening bank Himbara maupun PT Pos. Sementara itu, bagi penerima lanjut usia dan penyandang disabilitas, bantuan akan diantar langsung ke rumah masing-masing oleh aparat kecamatan dan kelurahan.
Baca Juga: Kemensos: Penerima Bansos PKH dan BPNT Dapat Tambahan BLTS
Namun, tidak semua penerima manfaat tetap mendapatkan bansos pada triwulan II. Data yang bersifat dinamis menyebabkan sebagian KPM tidak lagi tercatat sebagai penerima.
Kementerian Sosial membuka saluran pengaduan melalui operator desa, RT/RW, Dinas Sosial, Command Center 121, serta WA Center di nomor 08877171171 untuk menampung keberatan masyarakat.
Dengan percepatan penerimaan data DTSEN, pemerintah berharap distribusi bansos PKH dan BPNT triwulan II 2026 dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Cara Cek Penerima Bansos Kemensos 2026
Masyarakat dapat memastikan status penerimaan bansos PKH dan BPNT dengan langkah berikut:
- Akses situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK KTP dan data sesuai kolom yang tersedia.
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai alamat.
- Klik tombol “Cari Data” untuk melihat apakah NIK masih terdaftar sebagai penerima bansos.
- Informasi yang muncul mencakup status penerima PKH, BPNT, maupun PBI JKN.
Selain melalui situs, pengecekan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos yang tersedia di smartphone. Aplikasi ini menampilkan status penerima sekaligus informasi kelompok desil, yaitu kategori prioritas penerima bansos berdasarkan kondisi ekonomi .
