SMARTIPS.ID – Kabar gembira bagi keluarga penerima manfaat di Aceh! Pemerintah pusat telah menetapkan Aceh sebagai provinsi pertama dalam pencairan Program Keluarga Harapan (PKH). Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk membantu keluarga miskin menghadapi dampak inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Menurut Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Aceh, Zulkarnen, pencairan PKH kini terhubung langsung dengan rekening penerima melalui sistem data tunggal sosial ekonomi nasional (DT-SEN).
“Tujuannya bukan hanya meringankan beban keluarga, tetapi juga meningkatkan taraf hidup, mendorong produktivitas, dan mengurangi kemiskinan,” kata Zulkarnen dalam Dialog Banda Aceh, Senin (15/9/2025) dilansir dari RRI.
Baca Juga: Terlibat Judi Online, Puluhan Rekening Bansos PKH di Mataram Diblokir
Penurunan Jumlah Penerima dan Larangan Penyalahgunaan Dana
Pemerintah juga melakukan verifikasi dan validasi data secara ketat. Akibatnya, jumlah penerima PKH di Aceh mengalami penurunan dari 299 ribu menjadi 238 ribu keluarga. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.
Koordinator Wilayah PKH Aceh, Rifki Asana, menyebutkan bahwa pada tahun 2025 ini, pemerintah menyalurkan tahap awal bantuan senilai Rp222 miliar. Ia juga menambahkan bahwa setiap pendamping PKH memiliki target untuk mendorong keluarga penerima agar mandiri.
“Tahun lalu, sekitar 12 persen berhasil keluar dari ketergantungan bansos,” jelas Rifki.
Zulkarnen menegaskan bahwa bansos harus digunakan untuk hal-hal yang produktif. Pemerintah bahkan bekerja sama dengan PPATK untuk memberikan sanksi tegas, yaitu penghentian bantuan, jika dana terbukti disalahgunakan untuk aktivitas terlarang seperti judi online.
Baca Juga: KLJ September 2025 Cair, Cek Penerima dan Ambil Bantuan Rp300 Ribu di Sini!
Manfaat Langsung dan Harapan Penerima
Salah satu penerima manfaat, Maisarah dari Kecamatan Baiturrahman, mengaku bantuan PKH dan sembako sangat membantu kebutuhan pokok keluarganya, terutama untuk biaya sekolah anak.
“Pendamping PKH rutin memberi edukasi agar kami tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi juga bisa mengembangkan usaha kecil,” ujarnya.
Meskipun manfaatnya dirasakan luas, masih ada keluarga yang berhak namun belum terdata. Penerima berharap cakupan program ini dapat diperluas agar lebih merata. Program PKH yang sudah berjalan sejak tahun 2007 ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya sebagai penopang hidup, melainkan sebagai jalan bagi keluarga miskin untuk mencapai kemandirian.
