SMARTIPS.ID – Pola makan yang sehat dan seimbang menjadi kunci utama untuk menjaga tubuh tetap optimal. Namun, masih banyak masyarakat yang keliru dalam menentukan komposisi gizi dalam makanan sehari-hari.
Menurut dr. Renny, sebuah piring makanan yang seimbang tidak didominasi oleh karbohidrat. Sebaliknya, ia merekomendasikan komposisi gizi sebagai berikut:
Baca Juga: Bukan Sekadar Foto, Tren Photoshoot Newborn dan Baby Kini Jadi Gaya Hidup
- 50% Protein: Untuk memperbaiki sel-sel tubuh dan menjaga massa otot.
- 30% Serat: Dari sayur atau buah, penting untuk pencernaan dan sumber vitamin-mineral.
- 20% Karbohidrat: Sebagai sumber energi utama.
“Selama ini masyarakat masih banyak yang menjadikan karbohidrat sebagai porsi utama, padahal yang dibutuhkan tubuh adalah asupan protein yang cukup untuk memperbaiki sel, serta serat yang baik untuk pencernaan,” ujar dr. Renny dilansir dari RRI.
Baca Juga: Jelajahi Pesona Sejarah Kota Lama Semarang
Sumber Gizi Ideal: Protein dan Serat Bukan Hanya dari Hewani
Banyak orang mengira protein hanya bisa didapat dari daging-dagingan. Namun, dr. Renny menegaskan bahwa sumber protein tidak harus selalu dari hewani, melainkan bisa juga dari sumber nabati. Contohnya tempe, tahu, dan kacang-kacangan, yang juga kaya akan protein dan nutrisi.
Sama halnya dengan serat, dr. Renny menyarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis sayur dan buah. Keberagaman ini penting untuk memastikan tubuh mendapatkan spektrum vitamin dan mineral yang lengkap.
Baca Juga: Gaya Rambut Pria yang Populer: Tips Menata Model French Crop
Edukasi Gizi untuk Masyarakat
Program “Dokter Kita” ini menjadi wadah interaktif bagi masyarakat untuk belajar tentang pola makan sehat. Para pendengar RRI Pro 1 Mataram menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab, mencerminkan besarnya kebutuhan akan informasi gizi yang benar dan mudah dipahami.
Dengan adanya edukasi seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang semakin meningkat, sehingga mereka bisa lebih bijak dalam memilih makanan untuk menunjang kesehatan jangka panjang.
