Kupu-Kupu Senja
‘AL
Kupu-kupu kuning terbang rendah,
menyentuh bunga yang hampir layu.
Sayapnya menangkap cahaya senja,
seperti lukisan di udara biru.
Ia tak peduli esok mungkin hujan.
Dia hinggap di dahan rapuh,
melihat matahari perlahan pergi.
Antena kecilnya bergerak pelan,
merasakan angin yang mulai sepi.
Mungkin ia tahu waktunya tak panjang.
Semut-semut pulang berbaris,
kupu-kupu tetap diam di tempatnya.
Tak ikut tergesa, tak ikut risau,
menikmati detik-detik terangnya.
Sampai bayangnya memanjang di tanah.
Ketika langit berubah ungu,
ia mengepakkan sayap terakhir kali.
Bukan untuk terbang jauh,
hanya pindah ke bunga di sebelah sana.
Masih setia menemani senja.
Aku belajar darimu, wahai kupu-kupu:
hidup bukan soal seberapa lama,
tapi seberapa dalam kau menyentuh.
Tak perlu ribut-ribut menjadi terang,
cukup jadi cahaya kecil untuk senjamu.
