SMARTIPS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) triwulan III (Juli–September 2025) berjalan sesuai target. Hingga pertengahan September, lebih dari 75 persen bantuan telah tersalur kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa progres ini menunjukkan kinerja positif meski masih ada kendala teknis di lapangan, terutama terkait perpindahan data dan proses pembukaan rekening kolektif (burekol).
“Kami berkomitmen agar seluruh bansos tahap III bisa tersalur sebelum akhir September 2025. Data yang valid menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Baca Juga: Info Terbaru BSU September 2025, Ini Kata Menaker
Capaian Penyaluran Bansos September 2025
Berdasarkan data resmi Kemensos, berikut capaian penyaluran hingga pertengahan September 2025:
-
BPNT/Sembako
-
Kuota: 18.277.083 KPM
-
Tersalur: 13.687.433 KPM (75,89%)
-
-
PKH
-
Kuota: 10.000.000 KPM
-
Tersalur: 7.443.448 KPM (74,43%)
-
Selain itu, bansos juga menyasar Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) bagi 96,8 juta peserta dengan nilai Rp42.000 per orang per bulan yang langsung dibayarkan ke BPJS Kesehatan.
Bac Juga: Link Daftar Kartu Layanan Gratis (KLG) Buat Naik Transjakarta, MRT, LRT Tanpa Biaya
Kendala dan Solusi Penyaluran
Meski capaian sudah di atas 75 persen, masih terdapat KPM yang belum menerima bansos karena kendala teknis:
-
Proses Burekol (Pembukaan Rekening Kolektif):
-
Sembako: 2.164.852 KPM (1.736.558 berhasil)
-
PKH: 1.945.399 KPM (1.720.156 berhasil)
-
KPM yang berhasil burekol akan menerima bantuan triwulan II dan III secara bersamaan. Sementara bagi yang terkendala NIK tidak valid atau faktor administratif lain, bantuannya dialihkan ke masyarakat desil 1 yang sebelumnya hanya menerima satu jenis bansos.
Besaran Bansos September 2025
Penyaluran bansos dilakukan setiap triwulan melalui bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN) atau PT Pos Indonesia. Berikut rincian nilai bantuan untuk triwulan III (Juli–September 2025):
-
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai): Rp600.000/KPM/triwulan
-
PKH:
-
Ibu hamil & anak usia dini: Rp750.000
-
Lansia & penyandang disabilitas: Rp600.000
-
Anak sekolah:
-
SD: Rp225.000
-
SMP: Rp375.000
-
SMA: Rp500.000
-
-
-
PBI JK (Jaminan Kesehatan): Rp42.000 per orang per bulan (dibayarkan pemerintah ke BPJS Kesehatan)
Baca Juga: Waspada, Komplikasi Hipertensi Dapat Menyebabkan Kematian Mendadak
Pentingnya Pemutakhiran Data
Kemensos menegaskan bahwa pemutakhiran data penerima bansos merupakan faktor krusial. Data terus diperbarui agar bansos tidak salah sasaran.
Pemutakhiran dilakukan melalui dua jalur:
-
Formal: Pemerintah daerah dan dinas sosial.
-
Partisipatif: Aplikasi Cek Bansos dan SIKS-NG.
Selain itu, pelatihan operator data desa terus dilakukan agar akurasi semakin terjamin.
“Kami pastikan penerima bansos bukan dari kalangan ASN, TNI/Polri, pegawai BUMN, DPR/DPRD, maupun masyarakat yang terindikasi judi online. Data harus bersih dan adil,” tegas Gus Ipul.
Kesimpulan
Dengan progres penyaluran yang telah menembus 75 persen, pemerintah optimistis target bansos September 2025 akan tercapai tepat waktu. Namun, masyarakat diimbau untuk terus melakukan pengecekan melalui aplikasi resmi Kemensos dan melapor jika menemukan ketidaksesuaian data penerima.
Bansos PKH dan BPNT diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi masyarakat miskin, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
