SMARTIPS.ID – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II Tahun 2025 mengalami keterlambatan cukup signifikan. Keterlambatan ini membuat banyak keluarga penerima manfaat (KPM) bertanya-tanya mengenai jadwal pencairan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Yapen, Saskar Paiderouw, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan faktor kesengajaan, melainkan akibat proses perpindahan data dari Data Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Perpindahan data ini yang membuat penyaluran bansos tahap dua belum bisa dilakukan,” kata Saskar, Senin (15/9/2025) dilansir dari surat kabar RRI.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Program Beasiswa Mirip LPDP untuk Mahasiswa ke Kampus Dunia
Penyaluran Tahap I Sudah Rampung
Pada tahap pertama (Januari–Maret 2025), bansos sudah disalurkan dengan rincian:
-
Penerima sembako: 10.425 keluarga melalui Kantor Pos.
-
Penerima PKH melalui BRI: 2.670 keluarga.
Total bantuan telah diterima masyarakat sesuai mekanisme lama, dengan pola distribusi melalui kantor pos dan bank penyalur.
Penyaluran Tahap II Masih Tertunda
Untuk tahap kedua (April–Juni 2025), penyaluran belum bisa dilakukan karena proses migrasi data ke DTSEN masih berlangsung.
Rencananya, mekanisme pencairan juga akan berubah:
-
Sembako: diberikan kepada 8.723 penerima, langsung melalui Bank BRI.
-
PKH: disalurkan kepada 3.428 penerima, juga melalui Bank BRI tanpa perantara Kantor Pos.
Perubahan ini dilakukan agar distribusi bansos lebih cepat, tepat sasaran, dan berbasis data yang lebih valid.
Baca Juga: Link Antrean KJP Pasar Jaya September 2025, Simak Cara Ambil Nomornya
Ada Perubahan Jumlah Penerima
Proses pemutakhiran data juga berdampak pada jumlah penerima bansos:
-
Penerima sembako berkurang, dari 10.425 keluarga (tahap I) menjadi 8.723 keluarga (tahap II).
-
Penerima PKH justru meningkat, dari 2.670 keluarga (tahap I) menjadi 3.428 keluarga (tahap II).
Saskar menegaskan, perubahan ini terjadi karena adanya validasi ulang data penerima untuk memastikan bantuan hanya diberikan kepada keluarga yang benar-benar berhak.
Imbauan untuk Penerima Bansos
Masyarakat penerima manfaat diimbau tetap tenang dan bersabar.
“Tahap kedua masih menunggu adanya perintah pembayaran. Jika sudah keluar, dana akan langsung disalurkan ke rekening penerima melalui Bank BRI Serui,” jelas Saskar.
Dengan adanya integrasi data melalui DTSEN, pemerintah berharap ke depan penyaluran bansos lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran, baik berupa uang tunai maupun sembako.
