SMARTIPS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya di sektor pendidikan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana meluncurkan program beasiswa setara LPDP yang memungkinkan mahasiswa asal Jakarta melanjutkan studi S2 dan S3 ke luar negeri.
Program ini merupakan pengembangan dari Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang sebelumnya hanya mencakup jenjang D-3, D-4, dan S-1 di dalam negeri. Skema baru ini menargetkan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat bersaing di kampus kelas dunia.
“Saya sungguh-sungguh berkeinginan untuk bisa menyekolahkan S2 atau S3 dari keluarga tidak mampu ke luar negeri,” tegas Pramono di Balai Kota, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Selain KJP Plus, Bantuan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Akan Diberikan Kepada 16.979 Orang
Perbedaan KJMU Lama dan Beasiswa Versi Baru
-
KJMU lama: hanya menanggung biaya kuliah dalam negeri untuk jenjang D-3, D-4, dan S-1.
-
KJMU versi baru: fokus pada beasiswa luar negeri jenjang S-2 dan S-3, dengan pembiayaan penuh.
-
Tujuan utama: meningkatkan daya saing mahasiswa Jakarta di tingkat global, sekaligus menyiapkan SDM unggul untuk pembangunan kota.
Dukungan Program Pendidikan Lain
Selain program beasiswa baru, Pramono juga menyampaikan sejumlah program prioritas pendidikan lain yang sedang berjalan:
-
Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap 2: anggaran Rp1,61 triliun untuk 707.513 peserta didik.
-
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU): diberikan kepada 16.979 penerima, mulai jenjang S-1 hingga S-3.
-
Pengukuhan Bunda PAUD: Endang Nugrahani Pramono Anung resmi dilantik sebagai Bunda PAUD DKI Jakarta 2025–2030 berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 615 Tahun 2025.
“Pendidikan itu menjadi salah satu kunci utama,” kata Pramono.
Baca Juga: Link Antrean KJP Pasar Jaya September 2025, Simak Cara Ambil Nomornya
Pendidikan Humanis Sejak Usia Dini
Dalam sambutannya, Pramono juga menekankan pentingnya pendidikan humanis sejak usia dini. Ia menilai peran Bunda PAUD sangat penting dalam memberikan sentuhan kasih sayang bagi anak-anak, termasuk di panti asuhan.
“Apapun anak didik yang sebelum masuk pendidikan dasar mendapatkan sentuhan pendidikan yang lebih baik, saya yakin hal itu bisa merubah mereka,” jelasnya.
Harapan dari Program Beasiswa
Pramono berharap program beasiswa bergaya LPDP ini dapat:
-
Memotong garis ketidakberuntungan anak-anak dari keluarga tidak mampu.
-
Memberikan akses pendidikan ke kampus ternama dunia.
-
Meningkatkan kualitas SDM Jakarta untuk menghadapi tantangan global.
Dengan langkah ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga mampu membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
