JAKARTA, Smartips.id–Seiring berjalannya waktu dan akibat Virus Covid-19 yang tak kunjung usai, menyebabkan kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara daring atau lebih dikenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin dimudahkan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga sumber belajar menjadi mudah diakses oleh peserta didik. Sekarang ini hadir metode-metode pembelajaran yang baru disebut dengan Blended Learning dan Hybrid Learning.
Pembelajaran Blended Learning adalah menggabungkan berbagai keunggulan dari pembelajaran tatap muka dan dan pembelajaran daring (Virtual). Sementara Hybrid Learning adalah kombinasi pembelajaran daring (virtual) dengan pembelajaran tatap muka untuk beberapa jam.
Tujuan Hybrid Learning ialah meminimalisir dampa psikososial siswa. Adapun pembelajaran Hybrid Learning diadakan secara bergantian, karena peserta didik yang ikut Hybrid Learning dibatasi 50 persen dari total peserta didik yang ada.
Pembelajaran Blended Learning dan Hybrid Learning sudah mulai dijalankan semenjak dimulainya Pembelajaran tatap muka terbatas disejumlah sekolah-sekolah.
Dalam penerapan Blended Learning, perlu diperhatikan sejumlah aspek berikut ini :
- Pergabungan Sistem Tatap Muka dan Mandiri Pembelajaran secara tatap muka sudah ada sejak lama sebelum ditemukannya teknologi. Namun Sistem pembelajaran gabungan antara tatap muka dan mandiri ada di dalam Blended Learning, akan terdapat banyak sumber belajar yang dapat diakses oleh peserta didik. Sumber belajar tidak terbatas pada apa yang dimiliki guru maupun perpustakaan sekolah saja, akan tetapi juga internet yang tidak terbatas ruang dan waktu.
- Pembelajaran berbasis masalah
Peserta didik akan diajak secara aktif untuk mendefinisikan masalah, mencari berbagai solusi pemecahannya, serta melacak konsep, prinsip, dan prosedur yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut.
- Guru bertindak sebagai Tutor
Guru akan berperan sebagai tutor yang membimbing peserta didik dalam belajar. Peserta didik diharapkan aktif untuk menyampaikan masalah yang dihadapi, hal ini untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam belajar dan guru diperlukan sebagai tutor.
- Berkolaborasi antara Guru dan Orang Tua untuk membing Anak
Keterampilan kerjasama (kolaborasi) menjadi bagian penting dalam penerapan Blended Learning. Bentuk kerjasama dalam ini tentu berbeda dengan pembelajaran tatap muka konvensional dimana semua peserta didik belajar dalam kelas yang sama di bawah pemantauan guru dan juga orang tua ikut serta dalam pembinaan.
- Penilaian Evaluasi Belajar
Blended Learning didasarkan pada proses dan hasil yang dapat dilakukan melalui penilaian portofolio. Penilaian juga perlu melibatkan penilaian diri oleh peserta didik.
Adapun penerapan Hybrid Learning lebih menekankan teori Keller, Gagne, Bloom, Merrill, Clark dan Grey yang merupakan Ilmuwan dan Psikolog. Seperti dikutip dari Kompas dikatakan ada lima kunci utama dalam penerapan Hybrid Learning yaitu :
• Live event, diartikan sebagai pembelajaran langsung atau tatap muka yang dilakukan secara sinkronous dalam waktu dan tempat yang sama. Bisa juga waktu yang sama dengan tempat berbeda.
• Self-paced learning, berarti mengkombinasikannya dengan pembelajaran mandiri yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan dimana saja secara daring.
• Collaboration, yaitu kolaborasi antara guru dan siswa, juga kolaborasi antar sesama siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
• Assessment, artinya guru harus mampu meracik kombinasi jenis assessment daring atau luring. Bentuknya bisa berupa tes maupun nontes seperti proyek kelas.
• Performance support materials, yaitu untuk memastikan bahan belajar disiapkan dalam bentuk digital. Tujuannya agar bahan belajar tersebut dapat dengan mudah diakses oleh siswa, baik secara daring maupun luring.
Kelebihan dan Kekurangan Blended Learning dan Hybrid Learning
Kelebihan :
• Lebih menghemat waktu dan biaya
• Pembelajaran lebih efektif dan efisien
• Pembelajaran tidak terbatas ruang dan waktu
• Peserta didik mudah mengakses materi pembelajaran
• Peserta didik leluasa mempelajari materi secara online
• Guru dan peserta didik dapat berdiskusi di luar jam tatap muka
• Guru dapat dengan mudah menambahkan materi pelajaran dengan fasilitas internet
• Dapat memperluas jangkauan pembelajaran dan pelatihan
• Hasil belajar lebih optimal
• Meningkatkan daya tarik peserta didik dalam belajar
Kekurangan :
• Sulit diterapkan jika sarana dan prasana tidak mendukung
• Tidak meratanya fasilitas belajar yang dimiliki peserta didik
• Akses internet yang tidak lancar akan menghambat proses pembelajaran
• Guru harus selau mendesain pembelajaran yang menarik untuk diikuti secara online
• Untuk Hybrid Learning fokus guru senantiasa akan terbagi dengan peserta didik yang online dan yang mengikuti tatap muka
Intinya pembelajaran Blended Learning dan Hybrid Learning secara umum memiliki fungsi yang sama, serta tujuan yang sama yaitu mengatasi “Learning Loss” yang terjadi selama daring.
