SMARTIPS.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penerima bansos PKH dan BPNT akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS). Sama seperti sebelumnya, penyaluran bansos PKH dan BLTS itu dilakukan melaui bank BUMN atau Himbara dan Kantor Pos.
Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan penerima pihaknya telah menerima pemutahiran dana penerima bansos dari BPS.
Dari 18,7 juta lebih KPM baru yang harus diverifikasi, 13,7 juta telah dilakukan verifikasi, dan dari data tersebut 10,2 juta dinyatakan layak menerima bansos. Sehingga terdapat 3,5 juta KPM yang tidak layak menerima bansos.
Data penerima BLTS itu, katanya, kemudian akan diserahkan kepada BPS untuk dilakukan perangkingan (penentuan desil).
“Kemudian juga tentu diverifikasi dan divalidasi ulang. Setelah nanti selesai dari BPS, maka kita akan jadikan perdoman untuk melakukan penyaluran,” terangnya seperti dilansir laman resmi Kemensos, Minggu (1/11/2025).
Baca Juga: Kemensos Lakukan Ini untuk Cairkan BLT Sementera (BLTS)
Perlu diketahui, terdapat 16 juta lebih KPM reguler yang telah dinyatakan layak menerima bansos dan telah rutin menerima bantuan PKH dan sembako.
Sementara itu, ada 18,7 juta lebih KPM baru yang menerima BLTS.
“18 juta lebih itu adalah KPM baru yang menerima BLTS. Bedanya apa? Kalau yang reguler tentu sifatnya penebalan, kalau yang 18 juta itu sifatnya adalah memperluas jangkauan, menambah jumlah penerima manfaat,” tambahnya.
Gus Ipul juga menyatakan telah menyalurkan bantuan PKH dan sembako maupun penebalan kepada 14 juta KPM reguler di triwulan IV/ 2025.
Dalam minggu ini juga akan ada penyaluran kepada 14 juta KPM baru yang menerima BLTS. Penyalurannya melalui dua jalur yaitu melalui Himbara dan juga PT Pos Indonesia.
“Khusus lewat PT Pos akan kita mulai di akhir minggu ini atau mulai minggu depan. Sekarang sudah konsolidasi data sekitar 700 ribu lebih,” katanya.
