SMARTIPS.ID – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kembali turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial (bansos) lainnya. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka program One Day One District di Aula Kantor Camat Tinggimoncong pada Sabtu (27/9/2025) ini menjangkau wilayah dataran tinggi Gowa.
Bupati Talenrang tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menegaskan pesan utama: bantuan sosial harus menjadi langkah awal menuju kemandirian, bukan sumber ketergantungan.
Baca Juga: KJP Plus Oktober 2025 Kapan Cair? Ini Kisi-kisinya
Rincian Distribusi Bansos PKH dan Bantuan Pangan
Dalam kegiatan di dataran tinggi tersebut, total 88 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiga kecamatan menerima KKS PKH dan Bansos Sembako.
Selain distribusi KKS PKH, Pemkab Gowa juga mencatat keberhasilan penyaluran bantuan pangan beras skala besar:
- Bantuan Pangan Beras: Dalam periode Juni–Juli 2025, Pemkab Gowa telah mendistribusikan bantuan pangan beras kepada total 47.184 keluarga.
- Jumlah Per Keluarga: Masing-masing keluarga penerima bantuan pangan menerima 20 kg beras.
Baca Juga: Bansos KLJ September 2025 Cair, Ini Kata Dinsos DKI
Pesan Bupati: Dari Bantuan Menuju Graduasi dan Kemandirian
Dalam sambutannya, Bupati Husniah Talenrang menekankan pentingnya penggunaan bantuan secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan keluarga.
“Harapan saya, bantuan hari ini bukan menjadi sumber ketergantungan, tetapi langkah awal menuju kemandirian,” ujar Bupati Talenrang. “Saya ingin setiap keluarga mampu meningkatkan kualitas hidup, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pendapatan. Hingga akhirnya dapat graduasi dari program bantuan ini.”
Ia juga secara tegas menyoroti pentingnya integritas program PKH dan Bantuan Sembako, serta mengingatkan agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan di luar pedoman yang telah ditetapkan. Bupati berharap masyarakat dapat menghidupkan kembali semangat gotong-royong dan memperkuat solidaritas sosial agar pembangunan di Butta Bersejarah Gowa menjadi adil dan inklusif.
Kisah Penerima Manfaat dan Apresiasi Pemkab
Salah satu penerima bantuan PKH, Dedi, seorang penyandang tuna netra, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya.
“Setiap hari saya bekerja memilah sampah. Penghasilan saya hanya sekitar Rp7.500 per hari. Dengan bantuan dari pemerintah, saya merasa sangat terbantu. Sekali lagi, terima kasih banyak, Ibu Bupati,” tutur Dedi.
Bupati Talenrang mengapresiasi sinergi seluruh pihak, termasuk perangkat daerah, pendamping PKH, BAZNAS, LACAK, perbankan, dan mitra kerja, yang bekerja keras memperkuat data dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Setelah penyerahan KKS, Bupati melanjutkan kunjungan dengan meninjau langsung proses pengaspalan Jalan Samiun dan Jalan Bakti di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, didampingi oleh Anggota DPRD Sulsel dan sejumlah Kepala Dinas terkait.
