SMARTIPS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan. Pada Jumat (12/9/2025), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan Endang Nugrahani Pramono Anung sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) DKI Jakarta masa bakti 2025–2030 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.
Pengukuhan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 615 Tahun 2025, yang sekaligus menetapkan Bunda PAUD di tingkat kota dan kabupaten. Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan kunci penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.
“Apapun anak didik yang berusia sebelum masuk pendidikan dasar, kalau mendapatkan sentuhan pendidikan yang lebih baik, saya yakin hal itu bisa merubah mereka,” jelas Pramono.
Baca Juga: Link Antrean KJP Pasar Jaya September 2025, Simak Cara Ambil Nomornya
Program Pendidikan Jakarta: Dari PAUD Hingga Beasiswa
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga menyoroti sejumlah program prioritas di bidang pendidikan. Beberapa di antaranya adalah:
-
KJP Plus Tahap 2 dengan anggaran sebesar Rp1,61 triliun untuk 707.513 peserta didik.
-
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang akan disalurkan kepada 16.979 mahasiswa, mulai jenjang S1 hingga S3.
Langkah ini diharapkan mampu memotong garis ketidakberuntungan dan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak Jakarta untuk mengakses pendidikan berkualitas.#
Baca Juga: Alasan KLJ September Tidak Cair Lagi? Ini Solusi yang Harus Kamu Ketahui!
Dukungan Pendidikan yang Humanis dan Inklusif
Pramono menekankan bahwa pendidikan harus berlandaskan nilai humanis dan kasih sayang. Menurutnya, perhatian pada anak-anak, termasuk yang berada di panti asuhan, akan menjadi fondasi dalam membangun generasi penerus yang lebih baik.
Selain itu, peran Bunda PAUD dianggap strategis dalam memberikan sentuhan pendidikan yang penuh kasih di masa pertumbuhan awal anak-anak.
Rencana Beasiswa ke Luar Negeri
Tak hanya fokus pada pendidikan dasar dan menengah, Pramono juga berencana menghadirkan program beasiswa mirip LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) di tingkat provinsi.
Program tersebut akan ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu agar dapat melanjutkan studi S2 hingga S3 ke luar negeri.
“Saya sungguh-sungguh berkeinginan untuk bisa menyekolahkan S2 atau S3 dari keluarga tidak mampu ke luar negeri,” tegas Pramono.
Baca Juga: Info Terbaru Pencairan Bansos KLJ September 2025, Ini Link Ceknya
Kesimpulan
Melalui pengukuhan Bunda PAUD, penyaluran KJP Plus Rp1,61 triliun untuk 707 ribu siswa, serta KJMU bagi hampir 17 ribu mahasiswa, Pemprov DKI Jakarta menegaskan keseriusannya dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada masa depan.
Dengan berbagai program ini, diharapkan pendidikan menjadi pintu keluar dari lingkaran kemiskinan sekaligus melahirkan generasi muda yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.
