SMARTIPS.ID – Kabar baik bagi para pendidik non-ASN, khususnya guru PAUD. Pemerintah resmi menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 mulai September ini. Namun, sejumlah guru mengaku dana yang diterima tidak sepenuhnya Rp600 ribu, melainkan berkurang karena adanya potongan dan saldo mengendap.
Seorang guru PAUD penerima menyebut bahwa dana yang masuk ke rekening hanya Rp564 ribu. Setelah dikurangi biaya administrasi dan saldo minimal yang wajib mengendap Rp100 ribu, jumlah yang bisa ditarik hanya sekitar Rp400 ribuan. Meski demikian, mereka tetap bersyukur karena bantuan tersebut meringankan kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: KLJ September 2025 Segera Cair, Begini Cara Cek Daftar Penerimanya
Syarat Pencairan BSU Guru PAUD 2025
Sebelum dana cair, ada sejumlah dokumen yang wajib dipenuhi, di antaranya:
-
KTP dan NPWP aktif (bagi yang belum memiliki NPWP, harus mengurus lebih dulu).
-
Salinan SK penerima atau bukti dari Info GTK.
-
Materai Rp10.000 untuk tanda tangan SPJTM.
-
Data kepesertaan GTK Kemendikdasmen.
Setelah berkas lengkap, guru diminta mendatangi bank penyalur BUMN untuk aktivasi rekening. Proses ini meliputi pencetakan buku tabungan, kartu ATM, hingga verifikasi dokumen.
Baca Juga: Catat Tanggal Pencairan KLJ September 2025, Ini Daftar Penerimanya
Cara Cek dan Aktivasi Rekening BSU Rp600.000
Agar tidak keliru, berikut langkah pencairan BSU September 2025 yang perlu diperhatikan:
-
Cek status penerima melalui laman Info GTK.
-
Unduh dan tandatangani SPJTM bermeterai Rp10.000.
-
Pastikan SK BSU dan nomor rekening tercatat di Info GTK.
-
Ambil SK BSU fisik di Dinas Pendidikan setempat.
-
Aktivasi rekening di bank penyalur dengan membawa dokumen lengkap.
-
Cetak buku tabungan dan ATM sebelum pencairan dana.
Baca Juga: TIPS Memulai Investasi bagi Pemula: Rahasia Bangun Portofolio dari Nol Hingga Percaya Diri
Tenggat Waktu Aktivasi Rekening
Pemerintah memberi batas waktu hingga Januari 2026 bagi penerima untuk melakukan aktivasi rekening. Jika terlewat, maka dana BSU otomatis dikembalikan ke kas negara dan dianggap hangus.
Harapan Pemerintah
BSU 2025 untuk guru PAUD bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk apresiasi atas dedikasi tenaga pendidik non-ASN. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja, menjaga kualitas pengajaran, serta memperkuat keberlangsungan pendidikan anak usia dini di berbagai daerah.
