SMARTIPS.ID- Warga disabilitas mengeluhkan sulitnya menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Padahal mereka sebagai prioritas penerima bansos pemerintah selain, keluarga miskin, dan Orang Dengan Gangguan Jiwa maupun Gangguan Psikososial.
Direktur Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Surakarta Sunarman Sukamto (Maman) mengatakan warga yang memiliki anggota keluarga difabel banyak yang belum mendapatkan bansos PKH. Menurutnya, kuota PKH untuk keluarga disabilitas sangat kecil dibandingkan masyarakat umum yang dikategorikan miskin.
“Memang masih sangat kecil. Misalnya dari yang datang (di sarasehan difabel) dari sekitar seratusan, yang dapat hanya 9 orang, kecil sekali. Seharusnya teman-teman ini prioritas ya. Kalau persyaratan itu memenuhi syarat semua dalam konteks antara pendapatan dan pengeluaran, daya belinya kecil sekali. Kategori miskin itu terpenuhi,” kata Maman di Sekretariat Bersama Kepatihan, Solo, Sabtu (9/8/2025) dilansir dari surat kabar RRI.
Menurut Maman, keluarga yang punya anggota difabel termasuk dobel kategori, yakni miskin dan juga keluarga difabel. Padahal beban pengeluaran ketika memiliki anggota keluarga disabilitas lanjut Maman itu sangat tinggi.
Baca Juga: KLJ, KAJ, KPDJ Agustus 2025 Siap Cair Bagi Penerima Baru, Cek Jadwal dan Besaran Dana yang Diterima
“Seperti untuk terapi rutin, pengobatan, transportasi, pendidikan untuk shadow teacher (guru pendamping) maupun alat bantu. Lanjut Maman, dengan mendapatkan bansos PKH diharapkan bisa meringankan biaya tambahan ketika punya anak disabilitas,” katanya membeberkan.
Pihaknya kini berusaha untuk kembali mengusulkan disabilitas agar masuk data penerima PKH. Pada momen pendataan ulang penerimaan bansos, Maman mengatakan harusnya disabilitas menjadi prioritas.
“Kalau sebelumnya itu masalah kuota. Tapi memang ini cukup lama disuarakan, tapi ini disuarakan lagi dalam momentum bansos Pemerintah Pusat diperuntukkan tiga kategori, yakni lansia, ODGJ atau ODPP dan difabel. Momentum fokus bansos tiga kategori ini diharapkan memperbanyak kuota untuk keluarga-keluarga punya anak disabilitas,” ucapnya.
Baca Juga: Disdik Verifikasi Data Penerima KJP Plus Tahap 2 2025 Hari Ini! Siswa Ini Dipastikan Gagal Lolos
Senada juga disampaikan Ketua Komisi Disabilitas Daerah Kota Solo Sri Sudarti. Menurutnya ini menjadi PR Komisi Disabilitas Kota Solo untuk dapat mengusulkan PKH terhadap keluarga Disabilitas. Hasil koordinasi dengan Dinas Sosial lanjut Darti, data penerima bansos PKH langsung dari pusat.
“Ini juga PR juga. Kita kebingungan sebenarnya disabilitas itu berhak untuk mendapatkan PKH tapi selama ini PKH sulit diakses. Ketika kita sudah membantu dengan PKH Kecamatan jawabannya itu datanya dari pusat. Kita ini sangat menyayangkan sekali banyak disabilitas yang tidak dapat PKH dan jawabannya itu Pusat. Kalau jawabannya pusat terus kita mau apa, kita kesulitan,” katanya membeberkan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 11 Agustus 2025, Ini Zodiak yang Beruntung
Sri Sudarti juga menyampaikan, kini pihaknya tengah mengupayakan agar warga Disabilitas yang belum memiliki pekerjaan dapat pelatihan dari program rumah siap kerja Pemkot Surakarta. Bahkan sudah dijanjikan mereka akan bekerja di berbagai coffee shop di kota Bengawan. Seperti untuk disabilitas penyandang tuli.
“Untuk rumah siap kerja kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, monggo (disabilitas) silakan untuk berkonsultasi, koordinasi. Dan kemarin audiensi dengan Mas Wali beliau juga menjanjikan disabilitas tuli untuk bisa bekerja di coffee shop,” ujarnya.
