SMARTIPS.ID- Penerima manfaat bantuan sosial (bansos) diharapkan tidak menyalahgunakan bantuan sosial (bansos) untuk bermain judi online (judol). Himbauan ini muncul ketika Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan banyak penerima manfaat bansos yang terlibat transaksi judol.
Berdasarkan pemberitaan dari surat kabar Radio Republik Indonesia, terdapat lebih dari 200 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi menyalahgunakan bansos untuk judi online. Hal ini sangat disayangkan karena bansos yang diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, justru disalahgunakan.
Baca Juga: Link Cek Pencairan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) Agustus 2025, Cek di Sini!
Untuk itu, Pemerintah akan lebih selektif memberikan bansos baik bansos dari pemerintah pusat, maupun bansos dari pemerintah daerah. Beberapa kepala daerah mengeluarkan kebijakan untuk menghadapi persoalan ini.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap penyaluran bantuan sosial. Ini disampaikan saat kunjungan ke Kabupaten Jember.
Pengawasan itu, untuk mencegah penyalahgunaan oleh penerima yang terlibat dalam judi online. Ini menyusul temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Baca Juga: Kapan KJP Plus Agustus 2025 Cair? Cek di Link Ini Saja
“Saya sempat penasaran, seperti apa judi online itu. Ternyata mulai dari seribu, lima ribu, sepuluh ribu, ini sangat menggoda. Karena itu, verifikasi penerima harus betul-betul ketat,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Ia menegaskan bahwa edukasi menjadi langkah utama pencegahan. Para pendamping sosial diminta tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga aktif mengedukasi. Kemudian juga memverifikasi calon penerima agar program perlindungan sosial tidak disalahgunakan.
“Edukasi penting. Kawan-kawan banyak kan ada TKSK, pendamping PKH, dan PKH Plus. Jangan sampai bansos malah jadi pintu masuk ke lingkaran judi online,” kata Khofifah.
Baca Juga: Intip Tanggal Penciaran KJP Plus Agustus 2025, Login kjp.jakarta.go.id Segera
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, sinergi antara pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci penanggulangan kemiskinan.
Selain itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi, dengan tegas mengatakan bahwa penerima manfaat yang terlibat judi online, maka bantuannya akan dicabut.
“Kalau nanti terbukti ada yang menyalahgunakan bantuan, maka bantuannya akan langsung dicabut. Dan nama yang bersangkutan akan kami keluarkan dari program,” katanya, tegas.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 3 Agustus 2025, Cek Keberuntungan Anda di Sini
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Sosial Banjarmasin telah menempatkan 44 orang verifikator di 52 kelurahan. Mereka bertugas melakukan pemantauan dan menyusun laporan pengawasan secara berkala setiap tiga bulan, guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
Saat ini, sekitar 44 persen dari total 15.225 warga miskin di Banjarmasin tercatat menerima berbagai jenis bansos. Program tersebut meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga bantuan khusus lainnya.
Dengan pengawasan ketat dan pendekatan preventif, Pemko Banjarmasin berkomitmen menjaga integritas program bantuan sosial agar tidak disalahgunakan, apalagi untuk praktik judi online yang kini menjadi sorotan nasional.
Baca Juga: Beasiswa Cendekia Baznas 2025 Dibuka 4 Agustus, Ini Syarat Umum & Khususnya
Sementara itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan pembinaan kepada masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat judi online (judol). Ia memastikan pihaknya tidak akan menarik bansos yang disalurkan.
“Kita lakukan pembinaan dan kita akan sampaikan ke mereka untuk tidak bermain judol,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (30/7/2025).
Baca Juga: LINK Cek Penerima BSU 2025, Login https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id/
Bansos Cair Agustus 2025
Kabar baik masyarakat Indonesia, sejumlah bansos akan dicairkan pada bulan Agustus 2025. Bansos-bansos tersebut antara lain PKH, BPNT, BSU, Makan Bergizi Gratis (MBG), BPMS, KIP Kuliah, PIP, BPJS Kesehatan, Bansos DKI Jakarta (KJP Plus, KLJ, KAJ, KPDJ, dan KJMU), dan Beras 10 kg.
Bansos-bansos di atas akan diperkiraan cair lagi pada bulan Agustus 2025. Masyarakat bisa mengecek jadwal pencairan bansos di atas melalui akun media sosial Kemensos dan Dinsos DKI Jakarta. Selain itu, Anda juga bisa menanyakan informasi bansos tersebut kepada pendamping di pemerintahan daerah masing-masing.
