Pipit Kecil
“AL
Pipit kecil hinggap di ranting,
matanya menatap jauh ke langit.
Sayapnya gemetar menahan dingin,
tapi tak pernah ia mengeluh sedikit.
Masih bernyanyi meski sendirian.
Butir-butir padi di tanah,
dipatuknya satu per satu.
Tak pernah rakus mengambil banyak,
cukup untuk hari ini saja.
Besok ada rezeki baru.
Hujan turun membasahi bulu,
pipit berlindung di bawah daun.
Tidak marah pada mendung kelabu,
hanya menunggu dengan sabar.
Sampai matahari kembali muncul.
Anak-anak mengejar riang,
pipit terbang menghindari tangan.
Bukan karena takut pada manusia,
tapi ingin tetap merdeka.
Di udara ia adalah raja.
Aku belajar dari pipit kecil:
bahagia bukan milik yang kuat,
tapi mereka yang tahu cukup.
Bebas bukan berarti tanpa aturan,
tapi mengerti batas diri sendiri.
