Senja yang Tak Pernah Mengeluh
-AL_
Senja datang tanpa suara,
menyapaku dengan warna jingga.
Langit pelan-pelan memudar,
tapi tak kudengar ia mengeluh.
Bahkan saat matahari pergi, ia tetap tersenyum.
Awan berarak seperti kapas,
dibawa angin tanpa protes.
Senja hanya diam memandang,
menerima segala perubahan.
Tak pernah meminta lebih dari yang diberi.
Burung-burung pulang ke sarang,
senja tak menahan mereka.
Ia tahu semua punya waktu,
seperti dirinya yang harus pergi.
Tapi esok ia akan kembali, sama setianya.
Jika hujan turun mengganggu,
senja tak marah atau bersedih.
Ia biarkan basah merendam,
sampai malam datang menggantikan.
Bahkan dalam diam, ia mengajarkan kesabaran.
Aku belajar darimu, wahai senja:
hidup bukan tentang mengeluh.
Tapi tentang menerima dengan ikhlas,
memberi tanpa syarat,
dan pergi tanpa meninggalkan duka.
