SMARTIPS.ID – Indonesia dikenal kaya akan kuliner berkuah, dan di antara semuanya, Soto menempati posisi istimewa. Hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga menjadi cerminan kekayaan rempah, adaptasi budaya, dan identitas lokal. Diperkirakan terdapat lebih dari 75 jenis soto di Nusantara, masing-masing dengan ciri khas bumbu, rempah, dan isian yang unik.
Keberagaman soto menunjukkan bagaimana kuliner Indonesia berhasil mengadopsi pengaruh dari luar dan mengkreasikannya menjadi makanan lokal yang otentik.
Baca Juga: Menelusuri Blok M: Surganya Kue Subuh Jakarta dan Denyut Ekonomi Pagi Penuh Cerita
Asal-Usul Soto: Dari Caudo Tiongkok Menjadi Kuliner Nusantara
Praktisi Gastronomi Nusantara, Mei Batubara, menjelaskan bahwa soto adalah masakan Indonesia yang memiliki akar kuat dari budaya Tionghoa.
Transformasi dari Caudo
- Pengaruh Awal: Soto pada awalnya mendapat pengaruh dari hidangan Tionghoa yang disebut “Caudo”.
- Isian Asli: “‘Mereka (masyarakat Tionghoa) menyebut “Caudo” yaitu makanan berkuah dengan isian daging babi, bukan ayam atau udang,” kata Mei, dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Kamis (18/9/2025).
Proses Adopsi dan Lokalisasi
Makanan ini mulai populer di wilayah pesisir Jawa, seperti Semarang, pada abad ke-19. Proses lokalisasi kemudian terjadi karena mayoritas penduduk pesisir di Jawa beragama Islam:
- Penggantian Bahan: Daging babi dalam caudo diganti dengan daging ayam, sapi, atau kerbau.
- Penyebaran dan Adaptasi: Masakan ini kemudian menyebar ke seluruh wilayah Indonesia dan diadopsi dengan menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang tersedia di masing-masing daerah.
Baca Juga: Pisang Keju Makin Menjamur, Jadi Tren Kuliner Baru di Malang
Keanekaragaman Soto: Cermin Identitas Geografis
Penyebaran dan adaptasi inilah yang menciptakan ragam soto yang sangat kaya, dari Sabang hingga Merauke.
Contoh Keanekaragaman Regional
- Soto Medan: Kental dengan santan dan rempah yang kuat.
- Soto Lamongan: Khas dengan taburan koya (bubuk kerupuk udang dan bawang putih) dan kuah kuning yang bening.
- Coto Makassar: Kuah hitam pekat dari rempah yang disajikan dengan ketupat dan sambal tauco.
- Soto Kudus: Disajikan dalam mangkuk kecil dengan kuah bening dan isian daging kerbau atau ayam.
Data Kekayaan Kuliner
- Jumlah Jenis: Diperkirakan ada lebih dari 75 jenis soto yang tersebar di Indonesia.
- Faktor Penentu: Variasi soto tergantung pada bahan pangan yang tersedia di sekitar wilayah masing-masing.
Mei Batubara menyimpulkan bahwa soto menjadi salah satu kuliner yang sangat kuat mewakili identitas dan tradisi kuliner suatu daerah, menjadikannya lebih dari sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya yang hidup.
