SMARTIPS.ID- Proses validasi Bansos PKH dan BPNT September 2025 kini memasuki tahap akhir. Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi salah satu daerah yang mencatat ribuan keluarga calon penerima bantuan. Data terbaru menunjukkan, sebanyak 22 ribu kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTESN). Namun, masih ada sekitar 4 ribu KK yang menunggu proses input dan validasi untuk menentukan tingkat kesejahteraan atau decil.
Awaluddin, Pekerja Sosial Ahli Muda dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Nunukan, menjelaskan bahwa sekitar 4.500 KK tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, 6.000 KK lainnya berhak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau yang kini dikenal sebagai bantuan sembako, dengan nilai masing-masing Rp200 ribu per bulan.
Penentuan Penerima Berdasarkan Decil
Menurut Awaluddin, mekanisme penyaluran bansos tidak diputuskan oleh daerah, melainkan oleh pemerintah pusat. Sistem decil digunakan untuk menentukan kategori kesejahteraan keluarga.
-
Decil 1 (sangat miskin): Bisa menerima PKH dan BPNT sekaligus.
-
Decil 2 dan 3: Hanya berhak atas salah satu jenis bantuan, sesuai persyaratan.
“Kalau dalam satu keluarga ada anak sekolah, ibu hamil, atau lansia, maka lebih memungkinkan untuk masuk kriteria PKH,” terang Awaluddin dilansir dari surat kabar RRI, Rabu (3/9/2025).
Ruang Pengajuan Masih Dibuka
Meski penentuan akhir tetap berada di tangan pusat, pemerintah daerah tetap memberikan ruang bagi masyarakat yang merasa layak menerima bansos namun belum tercatat. Usulan akan diteruskan untuk diverifikasi dalam validasi DTESN terbaru.
“Pemda hanya mengakomodir, selebihnya ditentukan pusat berdasarkan verifikasi,” tambahnya.
Bansos September 2025 Siap Cair
Jika proses validasi rampung, PKH dan BPNT September 2025 siap cair di Kabupaten Nunukan. Hal ini diharapkan dapat membantu ribuan keluarga miskin memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.
