SMARTIPS.ID- Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) resmi mempercepat proses pembukaan rekening kolektif (burekol) bagi penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan dapat disalurkan lebih cepat, tepat sasaran, dan tanpa hambatan administrasi yang berlarut-larut. Bansos-bansos yang rutin disalurkan adalah PKH-BPNT.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan bahwa selama ini proses burekol sering terkendala waktu, sehingga penyaluran bansos menjadi terhambat. Kesepakatan percepatan ini tercapai usai rapat koordinasi intensif antara Kemensos dan Himbara di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga: Bansos PKH-BPNT Agustus 2025 Cari Lagi Minggu Ketiga Gais! Jadi Hadiah HUT RI
“Kami berupaya mencari cara agar prosesnya lebih cepat. Insya Allah, setiap tiga bulan akan ada burekol, dan Alhamdulillah setelah diskusi lebih dari satu jam, ditemukan solusi yang bisa mempercepat pembukaan rekening kolektif,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi.
Skema baru percepatan ini memungkinkan data penerima dikirim secara bertahap sehingga kartu penerima bisa dicetak setiap hari. Proses pembukaan rekening kolektif dilakukan setiap triwulan berdasarkan pemutakhiran data Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga: Kabar Gembira! PKH Tahap 3 Cair Agustus 2025, Ini Daftar Penerimanya
Pemutakhiran tersebut kerap menemukan penerima baru yang belum memiliki rekening, sehingga membutuhkan pembukaan secara massal. Data ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinamis dan berpotensi mengalami inclusion error maupun exclusion error.
Proses burekol sendiri meliputi pengiriman data, pembersihan data, hingga verifikasi kelayakan penerima. Dari total 3,6 juta rekening kolektif yang dibuka pada triwulan ini, sekitar 2 juta telah selesai, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Bac Juga: Login cekbansos.kemensos.go.id, Cek Penerima Bansos BPNT Agustus 2025
Tingginya jumlah rekening baru juga dipicu oleh pengalihan penyaluran dari PT Pos Indonesia ke Himbara, serta hasil pemutakhiran data lapangan. “Lebih dari 3 juta rekening perlu dibuka untuk memastikan seluruh penerima bisa menerima bansos melalui perbankan,” kata Gus Ipul.
Kemensos memastikan proses ini diawasi ketat dengan melibatkan PPATK, perbankan, dan lembaga terkait untuk menjamin bansos tepat sasaran. Selain itu, pengecekan langsung ke rumah penerima terus dilakukan guna memastikan profil dan kelayakan penerima benar-benar sesuai data.
Semoga bermanfaat.
