Mawar Merah
-AL
Kau mekar di taman sunyi,
Merahmu memancar seperti api.
Dibawa angin, wangimu menyentuh jiwa,
Menghangatkan hati yang kedinginan.
Duri-durimu tajam mengingatkan,
Bahwa keindahan tak selalu lembut.
Tapi aku tetap ingin memegangmu,
Meski terluka, ku takkan mundur.
Kau simbol cinta yang abadi,
Juga pengorbanan yang tulus.
Setiap kelopak bicara tanpa suara,
Mengisyaratkan rasa yang dalam.
Di pagi hari kau basah embun,
Seperti air mata yang tersembunyi.
Mungkin kau juga pernah sedih,
Tapi merahmu tetap berani.
Jika suatu hari kau layu,
Kenangan indah takkan hilang.
Mawar merah, terima kasih,
Kau telah warnai hidupku yang kelam.
